Cuman Ick [itu aja]

Dua hari yang lalu

Posted by: arydwantara on: March 28, 2008

facs0599_jpg.jpgDua hari yang lalu, saat saya beserta keluarga menjenguk kerabat yang sakit di rumah sakit Sanglah, saya terkejut karena melihat banyaknya warga di lorong-lorong rumah sakit yang tidak mendapatkan kamar, mereka terpaksa di rawat di luar karena memang dari pihak rumah sakit sudah tidak memiliki kamar untuk “kelas” mereka lagi.

Pemandangan berbeda saat saya masuk di ruangan yang katanya bertaraf internasional, kamar kosong masih banyak dan masih sangat sepi, sempat saya bergumam dalam hati “kenapa pasien yang tergolek lemas di lorong-lorong tadi tidak dimasukkan dalam ruangan ini? Apa karena mereka terlalu miskin, hingga tidak di perbolehkan untuk sekedar “tidur” di ruangan ini”. Mungkin penyakit beranggapan orang miskin ndak pernah berpikir keras jadi sakitnya pasti ringan sehingga tidak perlu mendapat pengobatan yang bagus,cukup infus dan biarkan tidur di lorong , sedangkan orang kaya selalu lelah berpikir sehingga perlu mendapatkan perawatan yang ekstra agar cepat sembuh dan bisa berpikir lagi.

Sampai kapan bangsa kita bisa lepas dari praktek yang semacam ini, sampai kapan orang miskin di Indonesia akan mendapat perlakuan seperti ini, walaupun miskin, mereka juga manusia, mereka tidak mau lahir menjadi orang miskin, Cuma nasib berkata lain kepada mereka.

Mungkin ini beda Negara maju dengan Negara berkembang (Indonesia masih masuk ke kategori berkembang ndak yah, soalnya di buku pelajaran sekolah ndak pernah saya baca seperti itu lagi, dulu biasanya saya baca “Indonesia Negara berkembang dan siap masuk era tinggal landas” ha..ha..ha..begitu kata pak Harmoko dulu) menurut teman saya yang sudah menetap di Amerika selama puluhan tahun (karena memang orang sana) disana walaupun orang miskin atau orang kaya, di bidang kesehatan mereka sama derajatnya, malah dokter bisa di tuntut di pengadilan kalau berani membeda bedakan pasiennya, soal biaya? Ndak perlu susah mikirin karena sudah Negara yang membiayai (beda dengan kita sehabis keluar dari rumah sakit malah tambah sakit memikirkan biaya pengobatan nya…) yah..begitulah keadaannya…

Temen temen Bloggers, Saya jadi teringat akan pemilihan gubernur yang akan datang, ada salah satu calon yang berani mengatakan bahwa kalau saya menang maka sekolah, pengobatan dan lain lain akan gratis…[jangan mimpi pak!!!!] kalau memang bisa seperti itu, kenapa dulu tidak mencalonkan diri menjadi calon presiden RI pasti banyak yang milih bapak, karena semua warga Indonesia sukanya yang gratis-gratis..jangan terlalau berjanji yang muluk muluk kepada masyarakat, masyarakat sekarang sudah pintar pintar.

Saking asiknya saya bergumam, tanpa sadar saya lewat dari pintu kamar saudara saya itu, dan buru buru saya berbalik agar tidak menjadi bahan tertawaan saudara yang lainnya.

10 Responses to "Dua hari yang lalu"

los.. paling malu..!
merdeka..!!!

“merdeka juga Bos!!!! btw gmn gratisannya?
cancel yah?, kacian…hikz..hikz…”

RS sanglah saja begitu, bagaimana dengan Rs swasta? masalahnya sangat kompleks

“yup, betul itu bli, apa bli devari mau bikin Rs yang khusus para BLOGGERS? pasti pelayanannya adil…yakin!!!”

biasanya kalo dah mo pemilihan guberner ya semua pada obral janji… tapi kalo udah terpilih ya lupa deh… terlalu sibuk mikirin balik “modal”nya. tapi cagub yang obral gratis2 ternyata suka barang murah loh… coba aja cek di sini.


“siapa sih yang ndak suka yang murah di indonesia, jangankan cagub, saya juga mau bli…”

Saya adalah orang yang percaya bahwa RS pemerintah tidak seharusnya memiliki kelas-kelas ruangan untuk pasiennya. Pun juga masalah pelayanannya. Tidak seharusnya negara membedakan rakyatnya untuk masalah yang sangat prinsip seperti ini.

Tapi kalau hal ini diajukan ke RS nya saya yakin jawabannya pasti ga ada biaya, jadi mesti subsidi yang miskin dengan yang kaya! Halah! Kalau uangnya ga dikorupsi saya yakin pasti ada biayanya!

Kalau di swasta, saya kira ga masalah! Pekerja2 kesehatan juga manusia, jadi saya kira mereka layak menjadikan kesehatan sebagai lahan “bisnis” namun tanpa melupakan hakikat pelayanan itu sendiri.

Saya kira kalau teman2 bloggers yang berprofesi dokter lebih tepat mengangkat hal ini. Itu juga kalau mau (dan berani)! Hehehe…

** Duh, kepanjangan komen… :D

salut buat bli made….mungkin temen2 dokter masih berpikir untuk serangan balik…he..he..

Kalo Sanglah memang begitu bli. Saya punya pengalaman unik disana.
Ketika salah seorang kerabat saya yang kurang mampu berobat disana, wuih perawatnya, judes abis!! Seolah2 pasien dan keluarganya bukan manusia.
Di waktu lain ada kerabat yang dirawat di ruang VIP, wuih perawat memperlakukan pasien dan keluarganya bak raja.
Jangan mimpi gratis deh, kencing saja harus bayar, apalagi rumah sakit.
Menyedihkan……………….

“hiks…hiks…hiks…yah begitulah bli…kita sebenarnya masih hidup dengan sistem feodal belanda”

(1). tulisannya orang tidur di RS. kok fotonya papan mana? *mode komplain. hahaha*
“karena itu trade marknya RS Sanglah bli”

(2) RS gratis bukan mimpi. negara kita kaya. asal dikelola dg baik bisa saja kok. *sambil meyakinkan orang lain kalo bukan tim sukses winasa*
“semoga mimpi menjadi kenyataan”

(3) syukurlah ga nyasar ke ruang mayat. :D
“mayatnya yang bersyukur ndak ketemu saya, he..he..he..”

Sehat itu mahal…..!!!! bener ga???
makanya kalo pingin sehat harus bayar mahal….ckckck :evil:

“iya…begitulah..”

kalo gitu jangan sampe sakit, banyakin jalan-jalan kaya saya….jalan2x yuk !

ayok aja bli, kemana? gratis kan?

yg bisa bayar lebih mahal beda penanganannya, dipermudah dipercepat sedangkan yang menengah kebawah disuruh nunggu nunggu dan nunggu …….

arghhh *speechless* saking seringnya nemu yang begini …

” nasib jadi orang kecil memang seperti itu, menunggu..menunggu..dan menunggu….”

ah, utk kampanye pilgub, apa aja bisa dijanjikan, tp masalah nanti ditepati itu urusan belakang, makanya kita jgn terlalu berharap deh :-)

“kembali ke masalah moral bli”

Leave a Reply

The owner of this Weird Site

ick

pencari jejak

web stats

Blog Stats

  • 17,297 hits