Posted by: arydwantara on: April 2, 2008
Munafik sekali orang itu, saat di rumah dia belagak sebagai seseorang yang jauh dari dosa, dia belagak perfect, innocent, dan semua yang bagus-bagus lah pokoknya, di keluarganya dia mesti di contoh, di gugu dan di tiru tapi sebenarnya dia itu penuh dengan racun yang siap mengotori dan meracuni pikiran orang, dia itu bak seperti kompor mayat yang siap memanaskan suasana (jika di perlukan).
Kasihan orang tuanya yang tidak tahu apa-apa, di depan mereka dia siapkan aroma manis, tapi saat orang tuanya pergi bekerja dan bila saat dia sendiri atau sedang berkumpul dengan temannya, sifat aslinya terlihat juga.
Lagaknya meyakinkan semua, penuh dengan simpatik, terapkan aneka jurus lama, tapi semuanya basi……..
Oh…kenapa tuhan menciptakan jenis manusia seperti ini?
Apa tempat di neraka sudah penuh sehingga beliau akhirnya melepaskan salah satu tawanannya?
orang sudah dengan proporsinya masing-masing.
prinsipku,.
selama dia nggak nyenggol dan nyolek. dunia masih aman buat dia…
he.he.he.
“kalau dia ndak nyenggol n nyolek tapi goyang ngebor gimana?”
Ada apa ini ada apa???? siapa ini dimaksud…
“……enaknya siapa yah bli?, mending tiyang sensor aja deh, ntar jadi berabe…”
cerita tentang sapa nih bli???? mudah2an juga bukan saya…. suruh bertobat dulu dah…
“tenang2 Ghozan juga bukan sasaran tembak tiyang, keep blogging…”
April 2, 2008 at 9:07 am
weeiittss… sante na’e. beh, miyegan ne jak pacar
“ndak gunk, cuman suntuk aja liat orang yang hidup penuh dengan kemunafikan, kok bisa yah mereka seperti itu? ajan mule isin gumi…..”