Undang undang tentang perlindungan anak telah di tetapkan oleh pemerintah kita, tetapi masih banyak pelanggaran atas undang undang itu, baik itu oleh orang tua, lingkungan, atau sekolah yang mestinya memberikan rasa aman dan hak sepenuhnya kepada anak2.
Tentang pendidikan gratis yang dicanangkan oleh Negara, tampaknya masih jauh panggang dari api dalam pelaksaannya. Masih banyak anak2 indonesia yang mesti rela “bersekolah” di jalanan. Biro pusat statistic cabang bali menyebutkan saat ini kurang lebih 200 ribuan anak2 di bali hidup atau berkembang di jalanan. Sebagian besar berada di denpasar dan di wilayah badung, mereka hidup dengan berbagai permasalahan yang kompleks dan dengan berbagai tekanan.
Konsep ideal tentang “hidup di lingkungan yang harmonis” sebagaimana yang di cantumkan oleh Konferensi Anak Perserikatan Bangsa Bangsa, masih menjadi mimpi yang indah bagi anak2 bangsa kita.
Ingat bangsa yang cerdas ialah bangsa yang menomor satukan kesejahteraan anak2 generasi penerusnya…..
April 11, 2008 at 8:09 am
kadang anak-anak malah dipaksa kerja orang tuanya, dan tinggal dengan keluarga yang krg harmonis dan lingkungan yang kurang memperdulikan mereka. klo udah begini gimana solusinya bli’?
dan sepertinya para punggawa negri ini lebih mikirin partai apa lagi mo deket pemilu seperti ini.
gimana kalau solusinya…kita tanya ama bli devari atau bli suryawan karena tiyang juga masih bingung…
April 11, 2008 at 11:05 am
hmmmm.. topiknya berat…
“seberat suasana hati tiyang bli”
April 11, 2008 at 12:06 pm
masalah yg rumit bro. anak2 sring dijadiin alat ekonomi jg ,kini di jalanan mkn byk aj neh anak jalanan
“mbak, kemana yah pasal yang bunyinya begini ini: fakir miskin dan anak terlantar di pelihara oleh negara, kok kesannya sekarang fakir miskin dan anak terlantar di pelihara oleh jalanan?”
April 13, 2008 at 8:07 am
salah satu faktor yg menyebabkan eksploitasi anak adalah faktor ekonomi bos..
banyak anak yg tidak bisa sekolah karena biaya tinggi..,ya jadinya mereka disuruh turun ke jalanan oleh orang tuanya untuk menyambung hidup.
miris memang…
kira2 calon gubernur nanti ada ga ya yg punya misi untuk menomor satukan kesejahteraan anak2..??
“selama mereka masih sibuk buat kepentingan sesaat, saya kira belum ada cagub yang mengangkat masalah ini sebagai jualannya…karena mungkin bagi mereka topik ini tidak populer”
April 14, 2008 at 6:40 am
aduh, aku langsung nangis liat fotonya. sensi bgt soale urusan beginian..
soal anak2 itu, dilemanya jg kalau mereka minta duit ke kita pas di jalan. kalau dikasih, sama dg setuju eksploitasi anak. kalo ga ngasih, rasanya ga tega. susah..
“serba salah ya bli…”
April 15, 2008 at 1:10 am
iya bang… “fakir miskin dan anak telantar dipelihara oleh negara …” hanya isapan jempol belaka… negara hanya mengurusi anak2 orang “kaya” atau berpangkat… buat mereka tidak ada waktu dan biaya untuk mengurusi anak2 jalanan seperti itu… saya sering melihat anak2 di perempatan, antara kasian trus ingin memberi uang atau mendidik mereka dengan tidak memberikan uang… dilema sekali… mereka mencari uang dengan jalan tersebut ya karena mereka tidak memiliki pendidikan… untuk mendapatkan pendidikan mereka mesti memiliki uang… huaaaa kemana gembar gembor pendidikan gratis… kasian benar nasib anak2 seperti itu…
“ntar kalau ada orang yang bilang pendidikan gratis…langsung kita jawab: BULLSHIT!!!!”
June 27, 2008 at 5:20 pm
Mas arydwantara saya jacko saya ingin tahu dimana mas arydwantara mengambil foto tersebut dan kalo boleh tau saya ingin ngobrol2 sama mas arydwantara .. boleh saya minta email mas arydwantara biar kita kontak langsung??
“gambar itu saya dapetin dari google…, dan kalau boleh tahu ada apa dengan gambar tersebut? apakah anda pemiliknya? kalau mau, email saya ada di [icklunatics@gmail.com] thx…
July 24, 2008 at 8:28 am
Bli, saya lihat fotonya jadi trenyuh, brebes mili (ngerti gak?). Tak kira sampeyan yang moto, soale mau tak pasang di blog ku http://www.tulisanperempuan.wordpress.com Rupanya sama-sama mungut di google ya.
Tentang anak-anak jalanan memang ruwet, karena begitu mudahnya mendapat uang sehingga mereka tidak menghargai susah payah bersekolah. Liputan di Metro TV menayangkan anak2 ini sudah malas ke sekolah, enak di jalan dapat uang untuk main game & beli rokok ! Halaaah…
salam kenal dari Jakarta ya Bli
“salam kenal juga bu,…. tentang anak2 di metro tuh saya juga nonton, memang ironis sekali dengan apa yang terjadi dengan anak2 generasi penerus bangsa…
“
July 25, 2008 at 10:51 am
foto ini boleh dipake lomba untuk lomba poster gak ya?
untuk kampanye mencerdaskan anak bangsa?
kalo boleh kemana minta ijinnya?tx
“silahkan…silahkan…minta ijin ama pak de google aja… coz saya juga dapet asal comot dari sana he..he..he..
“