May 2008


Bangun tidur, rasanya le….messsss banget :cry: ndak tahu kenapa, tenggorokan rasanya sakit…sekali, batuk, badan panas…. :roll: wuih… lengkap.  Pasti ini gara2 setiap hari belakangan ini saya begadang terus, pokoknya ada aja yang ngajakin begadang, mulai dari pilem yang bagus, nonton musik, sampai acara manggang sama temen2.

yah udah…sekarang kayaknya saya sakit… :mad:  badan ini rasanya udah ndak enak banget. Padahal kemarin udah di pijetin plus di kerokin ama Geknya, tapi kok masih yah entering by the windnya? Kurang keras kah kerokannya? Nyesel deh begadang ndak ada juntrungannya. nyesel ndak dengerin omongan nenek tentang bahaya meng “hijau”  [baca: bergadang]

waduh…kepala tambah pusing nieh… udahan dulu yah…

Bukan bermaksud hati untuk bernostalgia namun swear saya teringat saat masih ES EM PEH dulu, dimana saat masih imut- imutnya [he..he..sory kata imutnya ke ulang lagi namun emang begitu sieh kenyataannya :cool: :cool: ] saya teringat saat pesta perpisahan kakak kelas dulu, dimana saat itu saya kebagian peran menjadi BIMA [biar body kerempeng namun asik aja jadi tokoh paling kuat itu :oops: ].

Latihan pun saya jalani dengan tekunnya, maklum ndak ada bakat untuk menjadi seorang penari sieh… jadinya yah itu tadi gerakannya banyak yang lupa dan kayaknya salah semua :oops: …. Namun dengan ketekunan yang amat dan sangat akhirnya saya menguasainya juga.

Akhirnya hari [sialan] itu tiba juga, dengan dag..dig…ser… saya bersedia juga di rias, segala macam bedak sudah menempel di muka, pake lips stick, plus kumis sangar [maunya sih model hittler ] sudah dipasang. Ndak ke lupaan juga kuku palsu di ibu jari yang melambangkan kalau saya itu emang lagi jadi Bima.

Namun tiba2 penyakit sialan itu datang juga, penyakit demam panggung menyerang saya, badan terasa panas dingin, perut sakit melilit minta ampun dan keringat dingin mengucur deras keluar dari pori2.

Melihat hal itu temen saya si Dodi [pemimpin pagelaran] menghampiri

“ Ick, kamu ndak apa2? Kok kayaknya kamu lesu banget?”

“ Ah..ndak pa2, cuman sakit perut aja, *malu kalau bilang demam panggung [masak anak band demam panggung? :cool: malu kan?] jawab saya sekenanya saja.

“ Di, boleh ndak kalau aku batal aja pentasnya? Perut ku ndak enak nih…” pintaku

“ Apa, di batalin, trus yang jadi Bima siapa dong? Masak Pandawa Lima minus Bima, kan Fourawa Empat donk jadinya? Jawab Dedi menyemangati. (more…)

Oke, time to refresh your mind, mungkin semeton (baca: teman) udah kenal yang namanya Hydroquinone dan tahu apa efek negative nya pada kesehatan kita, tapi kali ini untuk menjaga kesehatan kita, ndak salah kalau saya mengangkat zat ini menjadi bahan postingan saya, karena menurut penelitian para ahli, hydroquinone, masih merupakan pembunuh berdarah dingin bagi manusia (khususnya wanita). Untung saya cowok :cool:

Nah kalau temen2 bloggers punya keluarga, sahabat atau pacar or istrinyanya menjadi pemakai tetap hydroquinone mending copy/paste in artikel ini, biar mereka tahu apa yang sebenarnya pengaruh dari zat ini…

RAHASIA DIBALIK HYDROQUINONE (more…)

Setelah seratus tahun kita kemana? Pertanyaan yang sama pasti bakalan ada di benak kita masing2…

Ya…sudah seratus tahun kita Bangkit dan kemarin perayaan nya sangat meriah sekali… semua bisa melihat karena di siarkan hampir seluruh stasiun tipi di Indonesia. Namun yang menjadi persoalan sekarang adalah: sudahkah bangsa Indonesia ini benar2 bangkit dari semua permasalahan yang mendera bangsa ini?

Ada yang bilang kebangkitan kita sebatas kebangkitan di bidang politik dan kebebasan dalam mengeluarkan pendapat selain itu kita masih dalam “SERATUS TAHUN KETIDURAN NASIONAL” maap kalau saya berani berkata sebegitu kerasnya, karena dalam pandangan saya selama ini terhadap bangsa kita, kita masih dalam tahap yang jauh kalau sudah berani mengatakan kalau kita itu sudah bangkit. Bolehlah kita bangga kalau kita sudah merdeka namun kemerdekaan kita sangat semu sekali. Masih bisa kita lihat kalau di Indonesia kita ini masih terjadi penjajahan terselubung. Masih banyak kekayaan alam kita yang di exploitasi besar2an oleh asing, masih banyak warga kita yang kekurangan pangan dan masih banyak warga kita yang hidupnya tidak menentu. Inikah yang dinamakan dengan kebangkitan itu? (more…)

Dosen saya pernah bercanda dengan saya, bahwa dulu, saat membuat pulau Bali, Tuhan pasti sedang santai dan lagi seneng2nya, sehingga daerah yang namanya Bali ini sangat indah dan mempesona banyak kalangan. Seloroh yang sama juga acap kali saya dengar saat mengikuti seminar di forum2 pariwisata, dan semakin banggalah kita akan pulau yang namanya BALI ini. Apalagi kalau kita bandingkan dengan daerah tujuan wisata lainnya di nusantara bahkan dunia, bali lebih terkenal dan menjadi merek dagang yang paling top.

Sebagai sebuah destinasi tujuan pariwisata, Bali memiliki keunggulan komperatif, sebagai diakui selama ini, Bali memiliki posisi tersendiri. Tidak ada duplikatnya dimanapun di jagat ini. Keragaman objek wisata, keramah tamahan penduduknya, serta adat istiadatnya, terpadu menjadi satu kesatuan yang sangat harmonis sekali.

Ketika membaca tulisan diatas mungkin teman2 ada yang nyeletuk :

“Ah…gombal…pesona Bali telah menjadi masa lalu… dan menjadi nostalgia saja…” :evil:

Sederet ungkapan sinis pun mungkin akan menyembul, bali bukan lagi pulau seribu pura, tapi pulau seribu ruko, Bali pulau maksiat dan sebagainya…. [sebenarnya saya marah kalau di bilang Bali itu pulau maksiat, kalau memang begitu, kenapa partai tertentu mau mengadakan munaslubnya di pulau kami? <partai maksiat dunk namanya?>…. He..he..he… Dan kenapa pulau kami di jadikan tolak ukur keamanan Indonesia?] :roll:

Ini semua, [walau tidak sepenuhnya benar], bila terus di hembuskan secara terus menerus [dan kemudian di percaya] maka ini bisa meredupkan pesona indah pulau Bali sendiri. (more…)

Next Page »