Posted by: arydwantara on: May 21, 2008
Setelah seratus tahun kita kemana? Pertanyaan yang sama pasti bakalan ada di benak kita masing2…
Ya…sudah seratus tahun kita Bangkit dan kemarin perayaan nya sangat meriah sekali… semua bisa melihat karena di siarkan hampir seluruh stasiun tipi di Indonesia. Namun yang menjadi persoalan sekarang adalah: sudahkah bangsa Indonesia ini benar2 bangkit dari semua permasalahan yang mendera bangsa ini?
Ada yang bilang kebangkitan kita sebatas kebangkitan di bidang politik dan kebebasan dalam mengeluarkan pendapat selain itu kita masih dalam “SERATUS TAHUN KETIDURAN NASIONAL” maap kalau saya berani berkata sebegitu kerasnya, karena dalam pandangan saya selama ini terhadap bangsa kita, kita masih dalam tahap yang jauh kalau sudah berani mengatakan kalau kita itu sudah bangkit. Bolehlah kita bangga kalau kita sudah merdeka namun kemerdekaan kita sangat semu sekali. Masih bisa kita lihat kalau di Indonesia kita ini masih terjadi penjajahan terselubung. Masih banyak kekayaan alam kita yang di exploitasi besar2an oleh asing, masih banyak warga kita yang kekurangan pangan dan masih banyak warga kita yang hidupnya tidak menentu. Inikah yang dinamakan dengan kebangkitan itu?
Apalagi kalau BBM benar2 menghilang dan di naikkan oleh pemerintahan si BAMBANG dan [botoro] KaLLa [seperti di bilang ama AMIEN RAIS dalam debat di metro tv] rakyat kita bakalan benar2 mampus…mati…dan sangat tertekan. Boro2 mau bangkit…. Bangun aja susahnya minta ampun.
Ya sudah kalau begitu, kita rayakan saja EUFORIA sesaat ini, sambil berharap2 cemas… besok bensin naik ndak yah?, beras masih bisa terbeli ndak yah? Motor gue bisa jalan ndak yah? Dan banyak yah..yah… yang lainnya.
Bukannya saya ndak mendukung yang namanya hari kebangkitan nasional namun lebih bijak rasanya kalau kita merayakan nya dengan introspeksi diri, entah itu presiden, mentri2 dan rakyat sendiri. Mari kita tanyakan pada diri kita sendiri bahwa apakah kita telah berbuat sesuatu pada bangsa kita? Dan jangan hanya mengharapkan apa yang Negara berikan terhadap kita? Semoga kita akan menjadi bangsa yang merdeka sepenuhnya, semoga kita dapat menghentikan praktek korupsi yang makin parah, dan semoga tuhan tidak pernah bosan mendengar doa kita untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik.
Buntut2nya kita berusaha untuk diri kita dan keluarga kita sendiri2… kita hanya perlu suasana yang kondusif untuk bekerja. itu saja… ayo bli, semangat!
“SEMANGAT>>>>> “
saya mau nanya, knp comment saya ga di approve? ga sopan apa kurang berbobot?? mohon penjelasanya.thx
“tenang mbak….udah tak approve kok…. yang sabar yah…” thx.
kakaka saya ngakak baca istilah 100 tahun ketiduran nasional
“memang seperti itulah keaadannya bli”
jangan kemana2 bos, ke blog ku aja
“ayo..ayok…ke rumahnya bapak perlendiran…..”
“kita bisa” kata SBY, ngomong-ngomong presiden kita udah niru iklan minuman berenergi “Bisa”, apa ada pesan sponsor Pak??
Kalau dilihat kenyataannya kata “bisa” maksudnya:
1. Bisa Bangkrut karena BBM naik terus
2. Bisa Bajak dan Tiru produk luar
3. Bisa Jadi teroris
4. Bisa Korupsi rame-rame
5. Bisa Jadi Negara Miskin
6. Bisa Saling Menyalahkan
“tambahan no 7 bisa bisa aja di bodohi…..”
bangkit?
bangkit dari kubur kaleee…
KKN sudah jadi budaya di negara kita ini,
so, yuk tidur dan bermimpi lagi
“jadi inget ama pilem ,beranak dalam kubur….” :0
May 21, 2008 at 8:11 am
katanya sih bersama kita bisa….
bersama, kita bisa apa ya???
“bisa ular kali?
“