Hua….hem…. masih ngantuk…. Lemes…. Padahal udah jam 9 pagi, tapi mata ini belum mau terbuka dengan tulus ikhlas. Tapi setelah penuh perjuangan akhirnya mata ini… terbuka juga [emang dasar males
]. Tapi kok kayaknya di bawah terdengar ribut2? Kayaknya ada yang dateng deh, siapa yah?
[bergegas ke bawah, tapi mandi dulu, biar ndak kentara baru bangun hi…hi…
]
Eits… sampai di bawah, ternyata udah ada tante Irma dari singaraja yang dateng, dia dateng ama keluarga plus mertuanya. Ya udah deh kita ngobrol kesana kemari [maksudnya pas ngobrol tetep duduk tapi obrolannya aja yang kesana kemari]
ngalor ngidul dan simpang siur… [kok mirip kayak jalan di kuta yah?]
Yah… keluarga tante Irma tampak kompak banget. Ada kehangatan dan kebahagiaan terpancar antara anak, menantu, cucu dan semuanya. [jadi iri liatnya] tapi behind kehangatan itu tersimpan suatu misteri dan cerita lucu yang cuman ick, ibu dan tante sendiri yang tahu.
Cerita nya gini….. “Once upon a time…………. [mode dongeng = on ]
Dulu waktu usia pernikahan tante baru sekitar 4 bulanan. Tante Irma sering cekcok ama mertuanya, mertuanya sering marah2 ndak ada sebab. Padahal sebagai orang bali asli, tante Irma hormat banget ama mertuanya itu dan sudah menurut apa yang di perintahkan ama mertuanya, ndak pernah ngelawan, dan sayangnya ke mertua kayaknya sama deh kayak sayangnya dia ama ibunya sendiri. Namun sepertinya mertuanya kurang puas dengan service yang diberikan ama tante Irma. Dan tante Irma sering kok nelpon ibunya ick sambil nangis
tidak sekali dua kali tante ngalaminya dan kayaknya pada suatu hari tante Irma udah ndak kuat ngejalaninya.
Saat itu, kalau ndak salah tahun 2005 akhir. Tante irma dateng ke rumah sambil nangis, turun dari ojek bukannya bayar ongkos ojeknya namun tante Irma langsung lari masuk rumah…. [terang saja pak ojek lari dan ikut ngejar tante Irma…dikiranya mau kabur
]
Pak ojek marah2 dia bilang gini:
“ Main kabur aja….bayar dulu donk ”, hardik Pak Ojek
Ibu saya bengong
karena di peluk orang yang lari sambil nangis plus di kejar orang yang ndak di kenal pula.
Setelah siuman dari kagetnya… ibu langsung ngebayarin ongkos nya pak ojek dan pak ojek pun ndak jadi marah karena tak jelasin [bo’ongin sih tepatnya] kalau Tante itu agak “gila” [sorry tante
] dan kadang2 kumat.
Setelah keadaan agak tenangan dan tante udah berhenti dari tangisnya. Ibu mulai ngajak Tante Irma buat ngobrol dan nanyain ada apa kok nangis… [percaya ndak percaya terdengar peterpan nyanyi “ADA APA DENGAN MU]
tambah mengharu birukan suasana.
“Aku sudah ndak kuat lagi, ama mak lampir itu, aku mau pergi dari rumah itu, aku udah bilang ama suamiku bahwa aku mau pindah….tapi dia ndak mau, dengan alasan ibu [mertuanya] udah tua dan sebagai anak laki2 sendiri di keluarga itu, udah kewajibannya dia mengajak orang tuanya” kata tante Irma sambil terisak.
“Lho emangnya kenapa? Tanya ibu saya
“Semua yang aku lakukan kayaknya ndak ada yang bener menurut dia, pasti salah… aku ndak pernah ada di posisi yang benar… aku bosan…. Bahkan mak lampir terang2 ngusir aku kalau merasa udah ndak betah dengan dia” jawab tante lagi [dengan air mata yang tambah deres]
“Oh… begitu… jadi kamu ribut lagi ama mertuamu? Tanya ibu saya
“Iya, dan ini sudah yang kesekian kali dia mengusirku…” jawab tante irma lagi.
“Seandainya aku punya kenalan dukun aku mau membunuhnya sekarang, aku mau menyantetnya biar tahu rasa si mak lampir itu” tambahnya lagi
“Em… bener kamu mau nyantet dia? Mau saya kenalin ama tukan santet yang hebat? Jawab ibu saya
“Bener mbok [kakak] kenal? Aku mau…sudah habis kesabaran ku” kata tante Irma ketus.
“Baik, kalau gitu maumu….” Jawab ibu saya sambil mandangi saya dan meminta saya buat ke naik ke kamar.
Ick yang lagi bengong merhatiin tante ama ibu agak kaget, soalnya ini kan lanjutannya bakalan ke pembunuhan? Dan ibu serta tante menjadi actor di belakangnya, saya agak takut aja soalnya ini kan urusannya ama polisi nanti, trus kalau detektip conan yang menyelidiki gimana?
“Bener ibu mau nyari dukun? Tanyaku pingin tahu
“Hi…hi… siapa yang bilang gitu, boro2 tukang santet, rumah dukun aja ibu ndak tahu, kamu tahu no tlpnya paman Arya? Tanya ibu
“Ada… aku tahu, tapi ngapain?” Tanyaku lagi
“Yah, pokoknya ada yang tak mau omongin, kamu diem aja” kata ibu lagi dengan senyum di bibir.
Terdengar ibu menelpon paman Arya dan dengan serius mengarahkan pembicaraan, meminta paman datang dengan pakaian adat berwarna hitam plus dengan cincin yang besar2. Aku pun sedikit mengerti apa maksud ibu menelpon paman Arya dan membayangkan pamanku itu datang sebagai paranormal atau dukun santet. Memang sih tampang paman mirip tukang santet, selain rambutnya yang panjang plus kegemarannya memakai cincin akik besar mirip tesi
paman juga suka bepergian dengan baju adat bali dengan warna hitamnya. Klop dah dukun palsu ini gumamku dalam hati.
Selang lima belas menit paman datang [rumah paman ndak jauh cuman beberapa blok dari sini].
Saya bengong namun hampir cekikikan melihat tampang paman Arya yang mirip seratus persen orang sakti karena paman dateng lengkap dengan alat pembakar kemenyan. Dan tampaknya tante Irma ndak menyadari bahwa dukun yang ini adalah dukun yang palsu 100% dijamin palsu.
“Trus gimana, siapa yang mau di santet atau di guna2i? tanya pamanku
“Ini, mertua saya, saya sudah ndak kuat ama dia, saya pingin membunuhnya” jawab tante Irma
“Oh..begitu… dengan cara halus atau cara kasar?
Baiknya sih dengan cara yang halus, soalnya nanti pembunuhannya bakal ndak di kenalin karena prosesnya lama paling cepat 3 bulan jadinya kematiannya bakal terlihat wajar,
Kalau di racun dengan cara kasar, sekarang di racun sekarang mati, nanti bakalan ketahuan karena ibu sedang bentrok dengan mertua ibu, jadinya ibulah sasaran yang di curigai nanti” ungkap paman dengan semangat.
“O.. kalau begitu saya akan menggunakan cara halus saja” pinta tante Irma [dia ndak sadar kalau di bohongi]
“Baiklah kalau begitu, tuangkan ini di setiap masakan yang ibu buatkan ke mertua ibu, dijamin dalam 3 bulan mertua ibu bakalan meninggal pelan2, namun ingat dalam masa peracunan, ibu jangan menampilkan tampang yang mencurigakan bersikaplah biasa2 saja malah kalau perlu, ibu menuruti apa yang di perintahkan oleh mertua ibu walaupun ibu merasa sungkan dengan apa yang di perintahkan. Di samping itu beri kasih sayang dan perhatian yang lebih buat mertua ibu, jangan sungkan mengajaknya jalan2 saat sedang tidak bekerja dan libatkan mertua ibu dalam rumah tangga ibu, jangan mengasingkan mertua karena akan mencurigai banyak pihak nantinya” begitu wejangan sang dukun palsu sambil memberikan bubuk misterius ke tante Irma. [apa yah isi bubuknya?]
Setelah menyerahkan bubuk misterius itu sang dukun pun mohon diri, begitu juga tante Irma minta ijin pulang dan ingin mulai ritual peracunan mertuanya. Sedangkan kalau saya sibuk menebak2 bubuk itu isinya apa yah?
……………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………
Tiga bulan berlalu sejak acara pemanggilan dukun palsu deliperi itu, dan tiap bulan juga tante Irma menelpon ke ibu bahwa perintah sang dukun udah laksanakan dengan baik. Dan sepertinya sekarang hubungan antara tante Irma dan mertuanya sangat erat sekali [karena nuruti perintah dukun yang menyarankan bersikap manis di depan mertuanya] dan [menurut cerita tante] si mak lampir ndak pernah merintah2 lagi malahan dia sekarang banyak membantu mengurus rumah dan meminta tante Irma istirahat pulang dari kerja.
Tapi suatu hari tepatnya bulan ke tiga, tante Irma ke rumah saya lagi, dan dengan sedih dia bercerita bahwa dia ndak mau kehilangan mertuanya dan dia menyesal bahwa telah memasukkan racun kesetiap makanan yang di masak buat mertuanya. Dia mengatakan bahwa dia bersalah. Dan dia sangat sayang ama mertuanya itu
Namun ibu yang mendengarkan cerita itu langsung mengatakan bahwa dukun yang mereka undang 3 bulan yang lalu itu adalah pamannya saya [ick]
dan menjelaskan bahwa dia bukan dukun beneran, serta mengatakan bahwa racun yang di berikan bukannya racun beneran melainkan cuman vitamin [obat cina] buat meningkatkan kesehatan orang yang sudah lanjut usia. Untuk mempertegas lagi bahkan ibu langsung menelpon paman arya dan memintanya datang ke rumah saya.
Selang beberapa saat paman pun datang dan menjelaskan hal yang serupa, maka legalah hati tante Irma bahwa mertuanya ndak jadi meninggal karena di racun olehnya.
Rahasia ini sampai sekarang hanya Ibu, Ick, paman Arya dan tante Irma yang tahu dan kita menjaganya sampai saat ini. Tapi berhubung tadi saya mendengar ada teman yang lagi mengalami permasalahan dengan mertuanya makanya saya postingin yang ini [moga aja dia baca blogg saya]. Dan semoga trik ekstrim ini bisa di jalankan. Temen2 ada yang bermasalah dengan mertuanya? Hubungi dukun terdekat………
sorry yah tante rahasianya tak bocorin disini… tapi dijamin kok temen2 di lunatick site ndak ada yang kenal ama tante kok… jadinya nyante aja….
June 2, 2008 at 7:49 am
habis mosting, pergi beli racun….
June 2, 2008 at 8:18 am
Huahahahaha…….
Kirain dah maati beneran tuh si nenek lampir
“belom bli… malahan sekarang sehat wal afiat…”
June 2, 2008 at 8:55 am
sugesti yah, hebat juga tuh triknya. cocok untuk mantu2 bermasalah
“andakah salah satunya
he..he…he…”
June 2, 2008 at 9:38 am
gara-gara bicara racun, terus tags nya jadi Changcuters…
“whua…ka…ka… pak dokter jeli juga… he..he…
nyambung kan pak?”
June 2, 2008 at 12:25 pm
wah,,ceritanya jadi rahasia publik nih.
trus apa yg bakal terjadi klo mertuanya baca blog ini? huaa..pasti rusuh
“sssttt……tenang mbak…. aman…”
June 2, 2008 at 2:58 pm
hehe, untungnya mertua baik hati dan tidak sombong. makanya aku beliin gorengan terus.
“oh…selama ini rahasianya ada di gorengan yah bli?
“
June 2, 2008 at 3:06 pm
numpang lewat bntr.
otak seteres..
“monggo…monggo…. silahkan…enjoying your self…
“
June 3, 2008 at 5:16 am
untung vitamin
“gimana kalau racun beneran ya GA?
“
June 3, 2008 at 5:42 am
180 derajat berbalik sama saya, baru calon mantu saja sudah sangat disayang mertua sampai sekarang sudah jadi mantu resmi, makin disayang, rahasia-nya pake bekel dari “balian sanur”, wuahahaha……
“bagi2 dunk sesikepan nya…. aye juga mau….
“
June 3, 2008 at 1:47 pm
ternyata tantemu itu bener “gila”..
masa mau aja diboongin,dan percaya begitu aja.
“bli… yang ngasih koment gila juga ndak yah?
:lol: Peace….. “
June 3, 2008 at 3:34 pm
Cocok jadi cerita FTV nih, pasti laku keras, sy aja bacanya sambil senyum2, padahal jarang sy senyum2 kalo lagi baca (cerpen), salut untuk solusi Ibu bli Ick.
” ada sutradara yang baca ndak yah?
he..he..he.. makasih bli… “
June 4, 2008 at 3:11 am
heheheh,,sumpeh lucu abis,,,untung akhirnya ndak jadi matek ya mertuanya,,,waduh kira2 saya bisa dapet yang tanpa ortu aja ga yah? biar enak gitu, ndak usah mikirin mertua..heheheh
“ada ka…. mau tak kenalin ada di sini “

June 4, 2008 at 3:46 am
cerita-nya top abisss…..
kalau saya 1000% sangat disayang mertua, mau tahu rahasianya, pake jampe-jampe balian sanur, hehehe…..
“ehm..eh….
bli…bagi satu dunk jimatnya…
“
June 4, 2008 at 7:45 am
wow, brilian sekali caranya menangani masalah, hehehe

“wa..ka..ka… haebat kan…. emak…”
June 4, 2008 at 8:57 am
oalah… kirain apa..
lucu juga. hi.hi.hi.
Hi Tante.!!
” hai …juga…
“
June 4, 2008 at 1:37 pm
Syukurlah saya dan kedua keluarga saya baik baik saja.
“syukurlah pak dokter… semoga tetap damai….”
June 4, 2008 at 1:51 pm
he3x, caranya bagus juga yah… bener2 mantap dan manjur…
“ kalau mertua bli ghozan gimana? ”
June 4, 2008 at 7:46 pm
saya malah dulu sering tajen bareng mertua di Kintamani
“pendekatan yang aneh….
“
June 5, 2008 at 3:57 pm
wahhhhh nembak kiwod…..
eh btw, emangnya tesi dukun yahhh? hihihihi…
Te O Pe juga triknya… Bisa diterapin ke mertuaku nih hohohoohho…
” ayo coba aja… kali aja manjur… garansi 100% uang ndak balik”
June 5, 2008 at 11:23 pm
waaaaaaaaah.. hebat sekali.. idenya cemerlang.. ridu gak pernah kepikirkan hal itu.. keren euy..
“tolong di sebar luaskan yah… :)”
June 6, 2008 at 6:45 am
eh.. ada cerpen kayak gini loh.. kirain tadi cerpen yg domodifikasi, ternyata benar2 terjadi. hebat2…
“he..he.. makasih banyak buat pujiannya…”
June 6, 2008 at 6:45 am
semoga ibu mertua tante irma ndak baca tulisan ini.. ^angkat telpon telpon ibu mertuanya tante irma^
“whua….jangan…. ntar ick di marah ma tante irma… T_T”
June 6, 2008 at 7:17 am
untung ga minta cara cepat
,nah kalo yang diminta ama si tante cara cepat gimana ya ? just wondering
nice story
salam kenal bro
“he..he…salam kenal juga…”
June 6, 2008 at 7:46 am
wagh….pitamin toohhhh..
“kirain apa ta?”
June 6, 2008 at 9:08 am
good point
“thanks…”
June 6, 2008 at 3:52 pm
thanks y ick..sekarang saya gak usah khawatir lagi kalo diboyong ke shongan trus mertua gak suka ma saya, saya “racun” aja mertua saya, saya racuni dengan cinta saya (peh..)
“ho..oh… daripada racun beneran… mending racun cinta aja… [tapi ... cinta itu racun ya mbak yah?]”
June 7, 2008 at 8:33 am
hah
“kenapa?”
June 7, 2008 at 9:38 am
wah baca judulnya serem amat yak..
“tapi nikmatin ceritanya kan?”
June 8, 2008 at 12:01 pm
ati2 mertuanya baca n salah tangkap lho… heuheuheu…
“untung mertuanya ndak bisa nge blogg…
jadinya aman tenang….”
June 10, 2008 at 5:09 am
Numpang nama Pak, biar ga garing..
Salam kenal juga.
“ayo….numpang kemana yah?”
June 10, 2008 at 7:39 am
untung saya jauh dari mertua.hehehehe:D
“jadinya aman kan… syukur…”
June 16, 2008 at 4:13 am
mertua ku perlu ga ya???
“awas lo yah…
“
June 21, 2008 at 2:53 am
Salam
sungguh brilian sekali itu, alhamdulillah akhirnya akur juga, ikut bersukacita
“mau di coba tips nya? ”
June 21, 2008 at 8:42 am
waduh….liat judulnya tadi dah mau tak panggilin agen2 BIN ini…..mereka kan jago ngracun ngracun…..
“
”