Agama… haruskah semua orang memilikinya? Apakah semua orang di Indonesia sudah beragama? Dan apakah semua pemeluk agama [di Indonesia] telah melakukan kewajiban yang diajarkan oleh agamanya?
Ah, pertanyaan ini timbul saat saya membaca salah satu berita di harian bali post yang mengatakan “ hakim bingung saat salah satu saksi mengatakan dirinya tidak beragama” . Mungkin kalau di Indonesia, hal itu sangat jarang dan bahkan hampir sangat tidak ada orang yang tidak memeluk salah satu agama yang di sediakan. Bahkan dulu saat masih jamannya orde baru sedang jaya2nya, label komunis sangat gampang di cap pada orang tersebut, dan bisa2 di culik oleh aparat lalu menghilang entah kemana… yah komunisme sangat di larang d Indonesia ini dan sangat di benci oleh pemerintah orde baru, banyak orang yang hidupnya tersiksa, dikucilkan dan di beri cap tidak bersih lingkungan jika di ketahui menganut atau berhubungan dengan orang yang di cap sebagai komunis. Pokoknya komunis identik dengan musuh tuhan dan sangat gampang menyalahkan orang yang bercap komunis, walaupun sebenernya para penganut paham komunis itu adalah orang yang ada di tempat dan waktu yang salah pada jaman itu.
Tapi bagaimana dengan saksi tadi? Apakah dia seorang komunis? Ternyata tidak dia adalah seorang penganut ajaran “deisme”. Apa itu deisme? Menurut yang saya baca diesme ialah “paham yang mengatakan tidak memeluk salah satu agama namun percaya dengan adanya tuhan yang menciptakan segala sesuatu yang ada di bumi dan jagat raya ini” mungkin kita beranggapan aneh dengan ajaran yang seperti ini, [kalau FPI denger mungkin bisa di pentung rame2 nih
] yah… itulah yang terjadi di belahan Negara barat, agama sangat pribadi untuk di bicarakan, dan jarang di gunakan sebagai alat penanda atau identitas yang di gunakan sebagai pembedaan manusia yang satu dengan yang lainnya. Apalagi di gunakan sebagai pendeskreditan suatu ajaran agama yang minoritas, masih ingat kan kasus seorang asing yang ingin membuat surat kuasa, kebingungan saat menulis formulir agama yang dianut dan menulis “what is the meaning? “, dan si petugas dengan polosnya mengetik agama “what is the meaning” di kolom agama si bule… [petugas gendeng…
] nah itulah di Indonesia, hampir setiap formulir mencantumkan kolom agama yang dianut. Hebat kan
dan dulu ada sebuah anekdot di masyarakat bahwa seseorang itu di katakan beragama KTP [karena dinilai tidak pernah sembahyang dan keluar dari ajaran2 agama yang di anutnya]. Bahkan lucunya agama di anggap salah satu jalan untuk mencapai kekuasaan, karena tidak banyak orang yang rela beragama bunglon, karena di satu daerah mengatakan beragama A dan di lain daerah mengatakan beragama B aneh kan? Banyak banget penyelewengan agama itu sebenarnya.
Belum lagi pengkerdilan nama tuhan oleh sekelompok tertentu, yang dengan meneriakkan kebesaran namanya sambil merusak dan menghancurkan kaum “beragama” minoritas, bahkan sekelompok teroris mengatakan beraksi mengahancurkan kedamaian dunia atas perintah tuhannya, tuhan yang mana yang tega menyakiti umatnya, tuhan yang tinggal dimana yang mau mengajarkan makhluk ciptaanya untuk saling membunuh dan menghancurkan?
Aneh…sungguh aneh… Indonesia Negara yang katanya berketuhanan dan sebagian besar [bahkan seluruhnya] mengaku beragama [termasuk saya
] namun, coba lihat apakah kita hidup sudah dengan ketenangan? Apakah kita sudah hidup damai antar pemeluk agama yang satu dan yang lainnya? Apakah kita sudah melakukan kewajiban kita dalam beragama dengan sebaik2nya, seikhlas2nya, setulus2nya?
Saya sendiri sebenernya seorang penganut ajaran “AHMOODIYAH” [pinjam istilah bli anton ah…
] karena jujur saja, saya bersembahyang tergantung mood dan saya akui itu [DON’T TRY THIS AT HOME], karena saya bukan robot yang mesti di perintah kalau ingin mekakukan sesuatu. APAKAH SAYA KOMUNIS?
Tidak saya bukan komunis
, sesuai KTP dan keyakinan serta keturunan orang tua
, saya beragama hindu, namun saya merasa belum menjadi orang hindu yang baik dan benar menurut kitab suci saya. Masih banyak yang saya tidak pahami dan ketahui. Jujur saja pada diri kita masing2 apakah kita sudah mengakui agama yang kita anut merupakan pilihan kita dan bukan paksaan dari keturunan? Karena suka atau tidak suka orang tua kita lah yang mendoktrin kita sedari kecil untuk mengikuti agama apa yang kita anut.
Maap sebesar2nya kalau postingan kali ini bersifat pribadi banget karena saya berbicara mengenai agama, bukan maksud saya untuk melecehkan keberadaan umat beragama di Indonesia, cuman ini bentuk dari pertanyaan bodoh saya, dan ungkapan kebodohan saya. Maapkan saya temen2 lunatics kalau ada yang kurang berkenan di hati para pembaca sekalian. Karena saya ingin nama tuhan jangan di campur adukkan dalam kehidupan duniawi, kasihan Tuhan, yang sudah susah payah menciptakan dunia beserta isinya dan menurunkan wahyu kedunia bernama “agama” yang mengharapkan kita hidup dengan tenang dan damai antar sesama manusia. Karena pada intinya semua agama mengajarkan kita untuk saling menyayangi dan mengasihi.
June 30, 2008 at 7:31 am
sejarah lahirnya agama kan karena ingin berontak dari ajaran animisme dan dinamisme yang mereka anggap tidak sesuai (baca kejam). Berarti sah saja kalau agama sebentar lagi akan ditinggalkan karena tidak sesuai lagi dengan kemanusiaan (bukan agamanya yg tidak sesuai, tp pengikutnya). Saya sih yakin bahwa keyakinan itu akan dinamis dan berubah sesuai jaman..Nenek moyang kita menganut animisme dan dinamisme, dilanjutkan dengan agama, dan mungkin selanjutnya agama akan digantikan oleh spiritualisme..
“betul juga…mungkin suatu saat nanti kita akan mengganti agama dengan keyakinan individu, kan lebih bersahabat kedengarannya…”
June 30, 2008 at 8:12 am
wadaww berat nih topiknya …
eniwei yang pasti agama tidak bisa dipaksakan. siapapun itu tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain untuk meyakini apa yang tidak diyakininya.
“seratus buat mbok saya yang satu ini… selama kita enjoy kenapa tidak… kan gitu mbok? “
June 30, 2008 at 9:21 am
hmm,,gw sebenernya juga ga suka kok dengan agama. sering agama justru jadi batu sandungan buat orang2. agama menurut gw hanya sebatas tentang liturgi dan temen2nya.
emang kita ga cukup dengan beriman aja yah?
“whuih… saya ndak berani jawab mbak…dan kayaknya kita kembalikan ke individu masing2 untuk menjawabnya…”
June 30, 2008 at 9:24 am
Iya disini ada beberapa karyawan tidak beragama tpi bukan berarti mereka penjahat…..
Mengenai faham diesme, baru tau
Iya, saya juga seorang Muslim tpi gak pernah setuju yg namanya bom bali, merasa paling benar dll….:D
“makasih… pada prinsipnya tuhan menciptakan agama untuk mengajarkan umatnya agar saling kasih mengasihi… bener kan? “
June 30, 2008 at 11:40 am
entahlah sebenarnya ada apa dengan agama di indonesia ini….
“entah…semua masih kabur…dan semakin kabur…”
June 30, 2008 at 1:17 pm
Hm… tentu akan menghasilkan perdebatan panjang jika mendiskusikan masalah yang masih dianggap sensitif dinegeri ini.
banyak ajaran tentang bagaimana kearifan dan kebajikan didalamnya, tapi begitulah, banyak yang tidak mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari, ritual, tapi nol besar.
lantas seberapa ajaran kebajikan itu akan kita beri harga, saya ndak tahu, ketika orang lain beda, mereka langsung bilang kafir, atheis dan halal darahnya untuk ditumpahkan, ngeri!
Seolah-olah kita membela Tuhan, padahal sungguh gombal!.
semoga komen saya tidak disalah artikan sama yang lain.
Duh..kenapa komen saya kok sok serius gini yah
“wuih…serius banget… semoga prinsip STMJ tidak berlaku di indonesia”
*STMJ [Sembahyang Taat Maksiat Jalan] cenkblonk mode: on
June 30, 2008 at 1:38 pm
wah kali ini tulisannya bener2 dalam bli. kalo saya sih agama itu bukan untuk gaya2an tapi untuk dihayati karena kita memang percaya dan yakin terhadap adanya tuhan. agama itu hanya merupakan suatu jalan buat kita untuk tambah meyakini keberadaan-Nya. di luar negeri memang banyak orang yang menganut paham deisme ini, karena mereka tidak fanatik terhadap satu agama maupun anti terhadapnya. yang jelas mereka percaya bahwa harus ada sesuatu kekuatan besar yang mampu untuk menciptakan alam semesta bersama isinya. agama itu adalah pribadi, jangan sekali2 mencoba untuk memaksa orang untuk menganut suatu kepercayaan karena itu adalah penjajahan terhadap hak asasi manusia.
” yah..seandainya di indonesia orang2nya pada ngerti akan kebebasan beragama yah bli ghozan, dan bukan kebebasan sempit seperti yang terjadi sekarang ini…”
June 30, 2008 at 6:24 pm
kita bangsa indonesia selalu ’sibuk’ beragama dan mengagamakan orang lain..jadinya ga maju2. sebagian besar dari kita beragama karena dilandasi rasa takut atau rasa malu, takut karena kena sanksi tuhan dan juga malu dg sesama..jadinya ya begitu penuh pura2.
“pura di sini maksudnya bukan tempat sembahyang kan bli?
“
July 1, 2008 at 1:28 am
Hm, ternyata bukan hanya aku dan teman-teman gilaku yang ngegosip tentang agama. Bahkan temenku lebih serem lagi. Dia mau menggugat Tuhan. Lebih parah lagi, aku komporin temen-temen kalo Tuhan keseringan pake MP4, makanya sering nyuekin do’a yang kita minta.
Tapi, kemarin aku sempet ikut bedah buku tentang agama. Pesen inti yang aku dapet cukup melegakan. Agama adalah privasi yang gak pernah bisa dipaksakan. Kalopun anda beragama, beragamalah sewajarnya. Gak usah lebay..
Sebab, fungsi agama sebenarnya adalah sebagai katalisator. Atau penyeimbang. Jadi buat mereka yang menjadikan agama sebagai komoditas, alat politik atau bahkan sebagai pemenuh sarat dapet jodoh :)bisa diajak diskusi lebih jauh lagi..
“ayo temen2 BBC kita kopdar…kita diskusi masalah agama…”
July 1, 2008 at 1:33 am
Semua agama sebenarnya mengajarkan hal yang baik, cuman manusianya aja terkadang ada yang bego (termasuk saya T_T )yang mengkotak-kotakan seseorang /sesamanya berdasarkan agama atau menggunakan kedok agama sebagai pembenar tindakannya, sebenarnya sih kalo mau enak ya enjoy aj, kan ntar pertanggung jawabannya kalo dah mate
” bener juga…ntar sekalian tanggungin n jawabin pas matek…”
July 1, 2008 at 4:25 am
religion is a label only recently. can nowadays religions give us a meaningful spirit for today? for the human life? i`m afraid not. so it does not important to energize yourself with it, but fulfill it with spiritual joy.that`s better. sometimes one said that his religion is the best and others are losers.but he can`t prove it with the peaceful living and logically thinking.in the other hand, one said about he does not choose one of the religion but he help everyone a lot with his both hand. so?
” oops… yes thats alright, are we a good looking in god eyes?
“
July 1, 2008 at 5:07 am
semua agama mengajarkan perdamaian..
“ndak mentang2 karena di”nama”nya ada kata damai kan bang?”
July 1, 2008 at 5:37 am
Setiap orang berhak mempunyai kepercayaan masing-masing……dan saling menghormati kepercayaan orang lain.
“setubuh…eh setuju… no paksaan…”
July 2, 2008 at 3:44 am
dulu temen sayah pernah bilang.
agama ituh sebenarnya wadah.
wadah untuk menyelaraskan manusia buat bisa seimbang sama sekitar kita.
entah itu Yang Di Atas, ato tanaman, ato hewan, ato lingkungan, ato ke sesama manusia sendiri.
inti dari tiap agama itu sebenernya sama.
“ternyata koment mbak tika ndak kebangetan… thanks…”
July 2, 2008 at 8:13 am
hmmm tentang agama ya?? sepertinya pelajaran agama harus tetap diajarkan dari tingkat TK sampe perguruan tinggi sebagai salah satu mata pelajaran wajib. *kayaknya gak nyambung neh :D*
“boleh juga… asal tidak ujung2nya mendeskreditkan yang minoritas… tul ndak? “
July 2, 2008 at 8:57 am
wah2 gila…salut banget ma komen2nya ternyata banyak juga yang pikirannya “gila” ya… seneng deh..
soalnya aku juga sama, cuma ya itu aku tinggal di indonesia yang di ktp nya harus cantumin agama seh jadi terpaksa deh he…he.. padahal menurutku itu hanya untuk mempermudah mengklasifikasi kelompok, biar keliatan mana mayoritas mana minoritas yang tentu buntutnya ya ke politis…padahal kalo dah ada unsur politis gak gak murni lagi menurutku…
seandainya ada agama manusiawi, jadi yang penting bagaimana kita jadi manusia yang manusiawi, aku akan jadi pengikutnya…tapi untungnya Hindu bagiku adalah agama yang manusiawi karena gak ada larangan dan hukuman bagi yang melanggar…that’s why i love Hindu (mohon jangan ada yang tersinggung coz kita sepakat agama adalah urusan yang sangat privasi so ini cuma ejakulasi pemikiranku….)
“yupz… menyangkut agama adalah menyangkut privasi… kembali ke orangnya masing2, urusan baik ndak baik, jahat ndak jahat, nakal ndak nakal, tanggung aja belakangan kalau udah di panggil ama lord of the world…”
July 2, 2008 at 10:15 am
aduh topiknya bikin dahi berkerut bro,.hehe
“mbak ika tambah berkerut tambah cantik loh…”
July 2, 2008 at 12:18 pm
satu temen saya *yang kebetulan juga tinggal di Bali* juga penganut Diesme.
One day, dia pernah state ke saya gini: “saya ini memang tidak memutuskan untuk memeluk satu agama pun, karena bagi saya semua agama dasar ajarannya sama. Tapi saya percaya kalo Tuhan itu ada. Jadi, kalo misalnya saya ini selalu berbuat baik, berusaha jadi orang yang benar dan lurus, walaupun saya tidak memeluk satu agama pun, apakah saya tidak pantas masuk surga?”
saya bingung nanggapinnya
sampai sekarang saya juga bingung nanggepi kalau ada yang nanya seperti itu…”
”
July 2, 2008 at 12:24 pm
sepertinya sih krn namaku
“
“whua…ha..ha… jangan ge..er..loh…
July 2, 2008 at 1:50 pm
perlu dong….A (tidak) + GAMA (kacau balau) so, biar nggak kacau balau maksudnya..
“nyambung juga yah…
“
July 3, 2008 at 12:23 am
Itulah ironisnya hidup di negara abu abu, sekuler tidak, agamapun tidak. Semua serba tidak jelas.
“jelasnya abu..abu… bos…
“
July 3, 2008 at 7:28 pm
bicara soal agama, adalah bicara soal pribadi satu individu dengan Tuhannya. Tapi kenyataan di negara kita ya seperti yg sudah kamu posting di atas.
” tanya kenapa?????”
July 7, 2008 at 8:53 am
hehe, begitulah, bli. agama seringkali malah jd masalah di sini. mungkin krn kita meliatnya sbg alat pembeda, bukan menyatukan. makanya kalo liat orang beragama lain itu malah spt lihat setan. aneh..
” wekz….kayak melihat setan?…. ih..syerem… btw thanks istilah “ahmoodiyah” nya sudi tak pinjem…”
July 11, 2008 at 3:43 pm
tulisananya ok juga tuh.
:lol: “
saya malah berpikir agama itu mengkotak-kotakkan manusia.
kalaupun agama itu memang harus menjadi bagian dari hidup kita, biarlah itu menjadi urusan pribadi kita dengan Tuhan yang tidak perlu diganggu gugat oleh orang lain atau dipublikasikan di KTP dan berbagai kartu identitas lainnya.
lagi pula saya yakin, jikalau suatu saat kita bertemu Tuhan, maka Tuhan tidak akan menanyakan mana KTP mu, saya mau tau agama mu.
saya cukup yakin Tuhan Maha Tahu, tanpa harus kita kasih tahu mengenai agama kita.
Gimana???
“setuju mbak desy…biarlah urusan kita ama tuhan adalah urusan pribadi kita, yang jelas ntar pertanggungan jawaban ama beliau aja… jadi ketawa nih baca tulisan [tuhan tidak akan menanyakan mana ktp mu]… kesannya tuhan itu petugas trantib yang lagi nyiduk penduduk liar…
August 10, 2008 at 9:51 am
So? Apakah kolom agama di KTP tidak perlu atau ? Ide yang lain mungkin?
“saya kira tidak perlu, karena itu mungkin hanya dapat meng kotak2 kan kita saja “
August 12, 2008 at 1:23 pm
Menurut saya mending kt pikirin deh, tuhan itu awalnya menciptakan manusia dilengkapi dengan alam semesta jadi tuhan memberikan kesempatan kedunia untuk melakukan yadnya yang sudah disedeiakan dialam ini. ya agama si kendaraan ja buat kita untuk mempermudah n jadi pedoman untuk beryadnya. sama kalo ingin jadi pejabat kan kendaraanya partae biar mudah gitu deh…
Anjuran saya baca kitab2 masing2 deh walopun jalnya beda tapi tujuanya sama kan. gak usah agama dijadikan alat kekerasan. nanti kita juga bakaln ketemu di neraka ato masuk surga barengan. tapi saya harap kita bisa masuk kerjaan tuhan untuk slama2nya okay?
“gue setuju dengan apa yang lo bilang…. dan sampai ketemu di kerajaan tuhan yah…
“
August 12, 2008 at 1:29 pm
Menurut saya mending kt pikirin deh, tuhan itu awalnya menciptakan manusia dilengkapi dengan alam semesta jadi tuhan memberikan kesempatan kedunia untuk melakukan yadnya yang sudah disediakan dialam ini. ya agama si kendaraan ja buat kita untuk mempermudah n jadi pedoman untuk beryadnya. sama kalo ingin jadi pejabat kan kendaraanya partae biar mudah gitu deh…
Anjuran saya baca kitab2 masing2 deh walopun jalnya beda tapi tujuanya sama kan. gak usah agama dijadikan alat kekerasan. nanti kita juga bakaln ketemu di neraka ato masuk surga barengan. tapi saya harap kita bisa masuk kerajaan tuhan untuk slama2nya okay?