July 2008


Bahwa setiap kejahatan atas kemanusiaan di atas dunia ini, tidak saja memiliki pemimpin dan para pengikutnya, melainkan juga didukung oleh filsuf serta filsafatnya dan di tambah oleh para cendikiawan bayaran.

*ALBERT CAMUS

Dan akhirnya saya pun tertawa kegirangan setelah membaca berita di Koran bahwa si Amrozy Cs bakalan mengahadapi maut sebentar lagi di tangan para eksekutor. Walaupun baru mendengar kabar “akan di eksekusi” tapi itu merupakan obat bagi dahaga saya yang merasa kasus bom yang mengahancurkan “rumah” saya berkesan di undur2.

Dan akhirnya roh pun bersorak…. yah bagi seseorang yang mempelajari hindu sebagai pedoman hidupnya yang percaya dengan adanya roh dan tuhan, saya rasa para roh korban akan membuat acara penyambutan besar2an di sana. karena akibat dari perjuangan nyeleneh mereka yang mengatasnamakan “JIHAD” para roh yang tidak berdosa itu ada disana. Dan saya kira juga “TUHAN” akan menginterogasi mereka sejauh mana kata jihad yang mereka pakai landasan untuk menyakiti dan menghancurkan orang bisa mereka pahami.

Dan akhirnya saya kira juga “TUHAN” ndak bakalan menggunakan standar ganda dalam menentukan mendukung atau menolak, beliau ndak bakalan mendukung kalau menguntungkan dan dijamin seratus persen juga pasti ndak menolak walau bakal dirugikan. Karena keadilan yang mutlak ada di tangan beliau.

Hi..hi.. postingan kali ini kayaknya banyakan kata “dan akhirnya….” :lol: :lol: tapi sumpah bukannya saya ngedoa’in orang bakal cepet mati, tapi karena saya salah satu korban tak langsung dari bom bali makanya saya seneng banget tuh mendengar kabar si Amrozy Cs bakalan didor secepatnya. Tapi kalau mendengar wacana kalau koruptor bakalan mendapat hukuman mati kayaknya perlu juga deh… biar para koruptor merasa takut dan bukan Cuma koruptornya, para hakim. jaksa dan para perangkat hukum [yang membekingi para koruptor] kayaknya perlu juga di hukum mati jika mereka bersalah karena kelalaian mereka dan membela para koruptor. Dan akhirnya [lagi???? :oops: ] merka bakalan takut buat korupsi, bila perlu batas buat hukuman mati buat para koruptor yah… minimal korup 50 juta sudah dapat tiket hukuman mati, di jamiin mereka bakalan keder…. Sekedar info, kalau di cina, pemerintahannya bakal menjatuhkan hukuman mati pada para koruptor dan bakalan di tembak di alun2 kota buat sebagai “proyek percontohan” pada masyarakatnya.

pertanyaannya : “PEMERINTAHAN DAN HUKUM DI

INDONESIA BERANI APA TIDAK????

tapi kalau di tanya “bisa apa tidak” pak Winasa dan presiden SBY bakalan dengan lantang berkata: “KALAU MAU PASTI BISA………!!!!!!!!!!!!”.

blog gue nieh nampang disini...

blog gue nieh nampang disini...

Makasih banyak buat mas Zalukhu yang udah nampilin makhluk aneh ini di sini dan makasih sudah mengakui keberadaan blog saya, dan semoga program 100 review dalam 200 jam nya berjalan sukses…

Sanksi pengucilan ada di berbagai bangsa dan Negara, baik maju maupun primitive. Barusan saya membaca suatu epos yunani yang menceritakan tentang seorang pemuda yang di kucilkan karena tubuhnya berbau busuk. Namu ironisnya di akhir cerita si pemuda busuk lah yang menjadi orang yang paling di cari oleh negaranya karena kepiawaiannya membuat senjata dan di takdirkan untuk menyelamatkan bangsanya. Begitulah sesuatu yang busuk dan kotor sangat tidak di sukai namun berbeda dengan WC, tempat yang sangat bau dan kotor, tidak di senangi namun di perlukan buat keseimbangan dunia.

Namun itu cuman di cerita saja, di kehidupan nyata seseorang yang telah terkena sangsi pengucilan akan sangat merasa sulit untuk kembali kehidupannya yang seperti semula. Dalam kasus pengucilan yang terjadi di pulau dewata, korban selalu merasa tidak berdaya atas kesalahan yang di tudingkan kepada mereka. Sementara desa adat yang mengucilkan mereka telah sangat di berdayakan. Kekuasaannya seakan melebihi kekuasaan sebuah Negara. Karena belakangan ini desa adat di puji2 sebagai sebuah suatu republic kecil. Hubungan desa adat yang berdaya dengan korban yang tidak berdaya jelas amat dan sangat tidak berimbang. Terbukti dalam sebuah kasus desa adat, belum pernah terdengar ada korban yang membangun kekuatan dan kembali ke desa sebagai pemenang. Cerita seperti itu hanya ada di dalam dongeng pengantar tidur, dalam kenyataan di bali, korban pengucilan harus minta maaf atas kekalahan yang mereka derita. Kalau tidak, mereka akan mati pelan2 atau mati mendadak. Kebiasaan manusia memang begitu. dimanapun tidak ada pemenang yang minta maaf kepada yang kalah…

Siapa pencipta barong pertama di bali? siapa yang menciptakan topeng rangda? siapa yang membuat ukir2an patra pertama di bali? siapa yang membuat wayang kamasan pertama di bali? siapa yang menenun kain endek untuk kali pertama di bali?

Ayo…ayo siapa yang bisa menjawab pertanyaan itu pak guru kasih permen…”

Ha..ha..ha… sampai sekarang kalau ada pertanyaan seperti itu pasti sebagian besar orang [yang mengaku] bali bakalan kebingungan dan menjawab “NAK MULE KETO” alias memang seperti itu adanya… karena sebagian besar dari pertanyaan di atas memang tidak ada jawaban pastinya. Bukan maksud hati ingin menyombong tapi anekdot di bali yang selalu mengatakan “EDE NGADEN AWAK BISA, DEPANG ANAKE NGADANIN” yang terjemahan bebasnya seperti ini “JANGAN SOMBONG BIARKAN ORANG YANG MENILAI”, sangat kental dan sangat merasuk kedalam sanubari masyarakat bali. Karena orang bali akan berpikir seribu kali dalam melakukan sesuatu, saking sibuknya berpikir, mereka tidak sadar bahwa hasil karya mereka di hak patenkan oleh orang lain.

Ironis memang sudah puluhan tahun para perajin perak di desa celuk sukawati membuat barang kerajinan seperti itu, namun tiba2 ada wisatawan yang datang dan mengakui bahwa barang tersebut merupakan hak miliknya, lalu melaporkan kepada polisi. Polisi yang berpegangan dengan “surat hak paten” milik si wisatawan tidak bisa berbuat banyak, selain karena memang ada surat sakti, pastinya sang wisatawan berani membayar lebih kepada polisi. Nah apa lagi kalau sudah sampai di meja pengadilan, mafia macam jaksa urip dan ayin pastinya siap mencaplok mereka. :evil:

Mungkin kesalahan itu tidak mutlak ada di tangan si wisatawan maling tersebut, namun ada di pihak orang bali sendiri, yang tidak berinisiatip membuat hak paten atas karya mereka dan karya para leluhur mereka. Mungkin karena takut dianggap berani akan leluhur dan ujung2nya bakalan di sepekang [dikucilkan] oleh masyarakat. Maka jarang ada masyarakat perajin golongan tradisional yang mempatenkan hak cipta mereka. Ambil saja contoh konyol seperti ini, kalau ada masyarakat bali yang berani mempatenkan tarian barong sebagai milik dan karya cipta mereka, maka dapat di garansikan bahwa se umur hidupnya si seniman tersebut bakalan di incar dan di ancam oleh para penari barong di singapadu dan batu bulan. Ada satu ketakutan lagi oleh saya, suatu saat ada wisatawan yang mempatenkan agama hindu terus melaporkan kita sebagai pencuri karena telah memakai simbol2nya tanpa persetujuan si pemilik, kita mesti ngomong apa? karena di mata hukum kita pasti salah dan pasti kalah di pengadilan. Garansi 100%.

Mungkin disinilah peran dari pemerintah yang mestinya harus berani membentengi para perajin, dan membantu mengurus perijinan serta hak paten dari karya mereka, sehingga kejadian seperti dengan Malaysia tidak terulang lagi. Dan kalau bisa pengurusan hak cipta tersebut bebas dari biaya, karena tidak bisa kita pungkiri, kehidupan seniman di bali tidak semua ada di atas garis kemakmuran, dan bahkan tidak mungkin, biaya untuk makan sehari2 saja mesti bingung, boro2 mikirin biaya hak paten.

Jangan sampai deh nanti canang sari dan pretima kita di patenkan oleh orang lain, dan buat dinas yang berwenang dalam mengeluarkan “hak paten” dan tidak sengaja nyangkut terus tertarik membaca postingan saya ini, pikirin dikit deh… entar kalau semua yang ada di Indonesia khususnya bali ini dipatenkan orang lain gimana? “Apa kata dunia” :lol: :lol:

Nah berhubung dengan itu, blog aneh ini perlu saya hak patenkan ndak yah? [sok blog seleb aja] :oops: entar takutnya ada orang yang mengaku menggunakan istilah “LUNATICK SITE” dan melaporkan saya ke polisi, terus saya di jemput paksa, terus saya di sidang, terus saya di hak patenkan karena saya cakep :shock: , he..he..he….  :cool:

VISI
Bali maju, aman, damai, dan sejahtra
(BALI MANDARA)
MISI

- Mewujudkan Bali yang berbudaya, metaksu, dinamis, maju, dan Modern.
- Mewujudkan Bali yang aman, damakati, tertib, harmonis serta bebas dari berbagai ancaman.
- Mewujudkan Bali yang sejahtera dan sukerta lahir batin.

:) 7 (Tujuh) PROGRAM UNGGULAN :)

1. Memberikan fasilitas kredit tanpa agunan untuk usaha mikro,kecil, menengah (UMKM) dan
membuka lapangan kerja serta menciptakan iklim investasi yang kondusif.

2. Pendidikan dan kesehatan berkualitas serta bebas biaya untuk masyarakat miskin.

3. Menjamin ketersediaan sarana produksi dan pemasaran hasil pertanian Bali.

4. Mewujudkan sistem keamanan berstandar international.

5. Mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan sesuai dengan prinsip “Clean Government
and good governance”

6. Meningkatkan pendapatan perkapita minimal 2 (dua) kali dari pendapatan perkapitan saat
ini.

7. Mengentaskan kemiskinan dan buta aksara.

Oke, sekarang anda bisa dikatakan telah memenangi pilkada di daerah bali, dan saya sebagai orang bali mengucapkan selamat, tapi ingat perjuangan anda berdua belum berakhir, malahan perjuangan itu baru di mulai pada saat anda dilantik nanti.

Ingat di pundak anda berdua cita2, harapan, dan impian warga bali di gantungkan, dan ingat juga pada prinsipnya kemenangan pasangan anda adalah kemenangan rakyat bali pada umumnya.

Next Page »