Cuman Ick [itu aja]

Moral dan delima eh dilema…

Posted by: arydwantara on: November 26, 2008

Sekali lagi pikiran bodoh ini menerawang entah kemana, dan sekali lagi pikiran ini usil membicarakan masalah agama dalam kehidupan generasi muda . Kenapa tidak, dalam pengamatan saya belakangan ini kehidupan beragama generasi muda bali tak ubahnya seperti lalat. Yang sesekali hinggap di tempat suci dalam artian sejalan dengan moralitas agama dan pada lain kesempatan mereka hinggap di tempat maksiat semacam kompleks pelacuran dan mabuk2an.

Tampaknya itu tidak bisa disederhanakan, karena kepesatan perkembangan duniawi kota denpasar jauh meninggalkan pembelajaran kaum muda mendalami pembelajaran agamanya. Dinamika duniawi pun jauh lebih tinggi perputarannya. Realitas ini kemudian memunculkan ralitas yang tarik menarik dan tawar menawar, antara moralitas agama dengan nilai2 yang lain. Dan sialnya justru saling bertentangan. Dan apabila muncul pemikiran permisif di kalangan muda di bali maka itu mungkin buah dari kesenjangan itu. Dan ada satu lagi yang perlu di tegaskan, bagaimana kaum muda bisa menjaga moralitasnya apabila kaum tua yang terbiasa berbicara di mimbar menjelaskan tentang moral dan agama namun apabila saat di bawah mimbar mereka terbiasa check in di hotel melati or bungalow dan tertangkap saat berselingkuh :shock: :?:

Lihatlah pada kenyataan pada hari raya, bentuk permainan bermuatan judi sudah menjadi bentuk kelaziman, dan khususnya pada saat hari raya nyepi yang nota bene kita harus mengajarkan perenungan diri melalui tapa bratha dan semedi, justru bertolak belakang karena mereka sibuk ber panca sila [panca=lima, sila=duduk] duduk berlima sambil memainkan judi ceki , dan coba lihat di lapangan puputan di depan pura Jagat Natha denpasar saat bulan purnama, banyak sekali jenis permainan yang mengarah ke perjudian yang tergelar bebas.

Semula kegairahan masyarakat muda hindu bali dalam ke pura sempat mendapatkan reaksi positif dari kalangan masyarakat, namun seiring dengan perjalanan waktu, reaksi positif itu mendapat pertanyaan. Karena menurut mereka,kaum muda bersembahyang bukan lantaran di barengi dengan niat tulus ikhlas menghadap sang pencipta atau dalamnya pendidikan agama yang mereka peroleh namun mereka terdorong oleh gairah untuk berdandan dan bersolek dan memamerkan ke mewahan dalam balutan busananya. Sebagai contoh boleh di lihat sekarang ini kain kebaya kepura sudah semakin menipis dan hampir tembus pandang. Memang kalau kita berniat untuk sembahyang sieh ndak apa2 namun bukankah manusia itu hidup berbarengan dengan setan juga? Dan sangat diakui pengaruh setan lebih kuat dibandingkan pengaruh tuhan :lol:

Akh..sungguh aneh dunia sekarang ini, orang yang gemar bersembahyang sampai ke pelosok2 gunung dan lembah justru mengeluarkan putusan buat menjual lahan pelaba [asset] pura. Kepribadian ganda itu semakin membuat saya bingung. ck…ck..ck… aneh kan? Jadi ndak salah kan kalau pemikiran bodoh saya mengatakan kehidupan moral masyarakat seperti lalat yang gemar hinggap di sana sini tanpa memiliki pedoman hidup yang jelas, yang sekali2 terlihat sangat religius dan sesekali [sialnya tertangkap] berselingkuh atau sedang di tempat pelacuran :oops: entah apa jadinya dunia ini jika dipenuhi oleh lalat…

*My sweat lunatickroom*

32 Responses to "Moral dan delima eh dilema…"

bener banget…
kekayaan bali pada umumnya telah tergrogoti…
sgb generasi muda yukz sama2 :
AJENG BALI ne….

nice post…

“ajeng bali or ajeg bali bos? :oops:

lebih enak delima…
kikikik… :D

“betul bos…. :lol:

beli dulu ah…
hatrix nih…. :D

“jangan ngutang yah… :lol:

wah wah tulisannya dalem banget ick.. hehehe…sayang dikau jauh.. coba dekat.. akan kuhibur ples ples wkwkkw

“whua…ka..ka…jauh di mato deket di hati…”

Bangga punya pemuda yang berbudi pekerti seperti siempunya blog ini……Kalo semua remaja berpandangan seperti ini bisa dipastikan negara ini akan menjadi bangsa yg bermartabat tinggi, amien

:oops:

wagh, salah satu contoh anak bangsa yg kritis nich…seandainya semua mau berfikir yang baik dan kritis serta gemblang serpti pemilik blog ini dan mau bertindak lebih untuk budaya mereka pasti negara dan bangsa ini tidak melulu kehilangan ‘harta2′nya.. makasih y udah mampir ke gubuk sy.. :D

“wikz….jadi malu baca komentnya….hi..hi..hi…ick di puji nieh…. :oops:

Klo mengatasi masalah lalat, kita bisa pasang lem lalat, tutup makanan yang ada di meja, atau pintu rumah juga ditutup krn musim hujan spt sekarng lalat makin banyak aja.

Nah, sayangnya untuk masalah moral hanya jadi urusan diri sendiri dan yang di atas. Jadi inget lagunya bang Iwan, “Urus saja moralmu… urus saja akhlakmu”…

“heikz… i cant speak anything… “

Betul kayak yg Pak Deddy Andaka bilang, sudahlah, Ry, biarin aja.. Yg penting kamu tdk terpengaruh dengan mereka. Tetep pertahan dirimu yg sekarang ini..
:wink:

” he..he… emang koment mr andaka topbgt, makasaih dah mampir ke rumah aneh ini HELL “

bener bgt…..jgn generasi muda aj yg hrs bermoral. yg tua jg donkk.

“seratus bangetz…gimana mau bermoral bagus kalau yang ngomong tidak bermoral bagus juga [tapi tolong jangan tanya moral pemilik blog ini :cool: ] “

mari menjadi generasi yg lebih baikk

“ayo…..ndak ada kata terlambat.. :lol:

mmmhhh…hrs diperbaiki dr diri sendiri

“yup…setubuh..eh setuju…”

Kalo kata para ahli, kaum muda memang berada dalam kondisi yg belum matang jd segala sesuatu ygy dikerjakan biasanya karena rasa ingin tahu & penasaran. Mudah2an siy tdk menjurus jd ikut aliran sesat dsb kayak di Jepang sana.

:oops: betul juga yah…pemuda itu sangat besar rasa ingin tahunya…sampai2 ML pun di jadikan alasan dari rasa pengen tahu yang luar biasa itu…he..he.”

yik, lagi OL ne?
ntar saya kesana sorenya, gmn?
jam berapa ada dirumah?

B A L A Z…..

“he..he… kalau mo dateng…come on aja…ndak usah malu2…”

di mana2 trnyata sama. agama bisa dibajak utk apa saja. :( (

“yah..begitulah bos…apapun asal menguntungkan kayaknya halal…”

setuju..
salam kenal juga ya

“salam kenal juga… :cool:

i think good moral its good

“thanks…”

de, dah kerja? -oot-

“lom gek… cariin satu kerjaan gek…please… eh btw no telp dunk kalau boleh :oops:

Salam kenal Bli,

Berbicara moral kaum muda seperti saya, tidak terlepas dari contoh kaum tua yang menjadi panutan kami.

Prasangka, saya melihat cara pandang orang Bali aseli dari tulisan Bli yang saya kutip di bawah,

“namun seiring dengan perjalanan waktu, reaksi positif itu mendapat pertanyaan.”

Saya tidak menyalahkan sebagian dari masyarakat kita memiliki prasangka terhadap perilaku kaum muda, namun jangan terlalu jauh juga menghakimi kami. Tidak semua kaum muda seperti itu.

Nah, dengan keadaan seperti ini sudah cukupkah dengan prihatin saja? saya rasa tidak. Perlu solusi, bila saja organisasi sekehe teruna berjalan sebagai mana mustinya, moral lalat masyarakat kita mungkin dapat dikurangi, khususnya kaum muda seperti saya. Mengenai apa dan bagaimana, mari kita pikirkan bersama.

Segitu aja dulu koment saya, suksma.

“wow :shock: ternyata segitunya yah…. yang jelas tulisan ini ndak bermaksud buat nge Judge siapapun…karena ini merupakan hasil dari pikiran bodoh saya saja….”

idealnya generasi muda jadi garda terdepan untuk satu pembaruan :)

“betul bli tanpa mengecilkan peran generasi tua yang telah ngedoktrin kita…”

YM gen ke aku nomormu, nanti ta miskol… tp ati2 ntar ditimpuk ama nyonyah ya :D ga nanggung

YMna sama kek emailku..:)

“okay…tak send ntar…”

wah, saya rasa bukan hanya sedekar pikiran boDoh:)
katanya.. manusia emang ga pernah puas… katanya…

salam kenal..

“salam kenal juga gek dewi…betul yah namanya? betul juga kalau manusi itu ndak pernah puas dengan apapun…termasuk urusan yang itu…. he..he… ” :oops:

Mampirrrrrrrrr

kalau buah delima beneran enak hehe

” pa lagi yang udah masak…hm…nyummy….” :lol:

haha
udah ga heran liat orang2 yg kek punya 2 kehidupan. di sebelah sono religius dan di ujung lainnya tiba2 berubah jadi orang jahat.

yah, ga heran sih
karena ujung2nya smua karena duit dan buat duit

“he..he…ngeblog juga katanya juga buat duit mbak… jadi gimana gitu …. :oops:

jaman makin gila, no komen…

*lha ini kan komen :D

” beh…nhgelah gen bli wira ney…. :lol:

jaman kalituga aneh dan sulit dimengerti. :D

“yup…setali tiga uang ama jaman kali brantas…he..he..he… semua bisa di berantas…”

Ary ato Ick?… Aku rasa hal spt ini bisa terjadi di lain daerah. Kamu, aku dan siapapun yang prihatin dengan hal ini, bisa kok merubah sedikit demi sedikit, minimal mengurangi yang menjadi keprihatinanmu. Tentang caranya, tentu kamu lebih tahu…yang penting ada niat untuk berubah dari diri kita sendiri dulu.. Sori, aku nimbrung terlala ehh terlalu jauh yak…

“ick aja :cool: okay…masukan dari mbakwulan bagus banget dan emang perubahan itu munculnya dari diri kita sendiri bukan karena di paksakan [sok bijak] :oops:

hidup emang berwarna bos…

“full color bos…. [bagi yang udah jadi juragan yahhh iya cuman yang masih ngayah sepeertti saya…life is …….”

Apa Bali perlu Generasi muda Radikal (Hindu Garis keras) ??

Atau sedikit demi sedikit kita gali esensi luhur kemanusiaan yang diajarkan nenek moyang??

*Bukan pemikir, jadi cuma bisa nanya..

hehehe.. Salam kenal ya…

“hindu garis keras??? :think: kalau emang perlu kenapa tidak… :lol:

Yik, pa kabar?

Saya pindah domain menjadi http://agoenklanank.co.cc

Save ya n lancong kesana, tapi masih kosong lho…

“meluncur ke t ka peh “

wah…. kita jangan ikut2 garis keras deh….

takwa penting tapi jangan fanatik….

:)

“setubuh…. eh setuju boz… :lol:

seperti nya dilema seperti itu juga terjadi pada saudara kita yg beragama lain dan bahkan yg beragama di KTP aja

“ups… agama ktp? seperti apaan tuh? :lol:

salam kenal ya brooo….sesama blogger bali

:cool: yup… keep posting.. sesama street eh…sesama nyama bali he..he..he… thx dah main kesini…”

Leave a Reply

The owner of this Weird Site

ick

pencari jejak

web stats

Blog Stats

  • 16,906 hits