Pan Lumbang marah2 setelah membaca harian kota pagi ini. Dia mengaku marah dan kesal karena mengaku di bohongi mentah2 oleh presiden yang dia pilih dengan bangga dahulu. Presiden yang berjanji akan melakukan perubahan dalam seratus hari kepemimpinannya. Presiden yang pandai bernyanyi lagu “pelangi dimatamu” saat kampanye dulu, dan presiden yang [katanya] memihak wong cilik yang ndak bakalan menaikkan harga BBM, Sembako,dan segala tetek bengeknya.
Namun sekarang, Pan Lumbang cuman bisa duduk terdiam sambil matanya menerewang, sambil berpikir bagaimana nasib bangsa ini ke depannya saat harga minyak sudah mulai di naikkan oleh pemerintah. Teringat dia akan slogan sang presiden dulu… “ bersatu kita bisa” [bisa apa pak?...bisa mati…bisa hancur…atau bisa ular?] (more…)

