<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Cuman Ick [itu aja] &#187; Hikayat Pan Lumbang</title>
	<atom:link href="http://arydwantara.wordpress.com/category/hikayat-pan-lumbang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arydwantara.wordpress.com</link>
	<description>hidup lebih indah dengan saling berbagi...</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Oct 2009 11:26:44 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='arydwantara.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/29009d0cf8a2d245c5007508ba26d881?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Cuman Ick [itu aja] &#187; Hikayat Pan Lumbang</title>
		<link>http://arydwantara.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://arydwantara.wordpress.com/osd.xml" title="Cuman Ick [itu aja]" />
		<item>
		<title>[gossip] Akhirnya Naik Juga</title>
		<link>http://arydwantara.wordpress.com/2008/05/09/akhirnya-naik-juga/</link>
		<comments>http://arydwantara.wordpress.com/2008/05/09/akhirnya-naik-juga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 04:58:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arydwantara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikayat Pan Lumbang]]></category>
		<category><![CDATA[Wajib baca]]></category>
		<category><![CDATA[lunatics view]]></category>
		<category><![CDATA[berbulu]]></category>
		<category><![CDATA[domba]]></category>
		<category><![CDATA[gossip]]></category>
		<category><![CDATA[minyak]]></category>
		<category><![CDATA[musang]]></category>
		<category><![CDATA[naik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arydwantara.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Pan Lumbang marah2 setelah membaca harian kota pagi ini. Dia mengaku marah dan kesal karena mengaku di bohongi mentah2 oleh presiden yang dia pilih dengan bangga dahulu. Presiden yang berjanji akan melakukan perubahan dalam seratus hari kepemimpinannya. Presiden yang pandai bernyanyi lagu “pelangi dimatamu” saat kampanye dulu, dan presiden yang [katanya] memihak wong cilik yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arydwantara.wordpress.com&blog=3143576&post=68&subd=arydwantara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal">Pan Lumbang marah2 setelah membaca harian kota pagi ini. Dia mengaku marah dan kesal karena mengaku di bohongi mentah2 oleh presiden yang dia pilih dengan bangga dahulu. Presiden yang berjanji akan melakukan perubahan dalam seratus hari kepemimpinannya. Presiden yang pandai bernyanyi lagu “pelangi dimatamu” saat kampanye dulu, dan presiden yang [katanya] memihak wong cilik yang ndak bakalan menaikkan harga BBM, Sembako,dan segala tetek bengeknya.</p>
<p class="MsoNormal">Namun sekarang, Pan Lumbang cuman bisa duduk terdiam sambil matanya menerewang, sambil berpikir bagaimana nasib bangsa ini ke depannya saat harga minyak sudah mulai di naikkan oleh pemerintah. Teringat dia akan slogan sang presiden dulu… “ bersatu kita bisa” [bisa apa pak?...bisa mati…bisa hancur…atau bisa ular?]<span id="more-68"></span></p>
<p class="MsoNormal">“Baru gossip akan dinaikkan saja…harga2 sudah melambung duluan, gimana kalau nanti kalau jadi dinaikkan? Bisa2 ndak terbeli semuanya” gumam Pan Lumbang dalam hati.</p>
<p class="MsoNormal">Pan Lumbang marah akan keberanian presidennya mengambil langkah tidak popular yaitu menaikkan harga BBM. Bahkan menurut Koran yang di baca Pan Lumbang tadi, proses pembahasan antara presiden dan jajaran yang berkait sudah menyasar masalah tiga opsi yang akan di jalankan yaitu langkah penghematan, kenaikan terbatas berapa harga BBM bersubsidi dan kompensasi untuk rakyat.</p>
<p class="MsoNormal">Jadi kalau [boleh] dibilang kasarnya seperti ini….”naiknya seberapa, komoditasnya apa saja dan instrument yang menyertai apa saja”…</p>
<p class="MsoNormal">Oh…Pan Lumbang semakin bingung akan semuanya…dan dia ternyata sudah kena tipu mentah2 saat pilpres dulu. Apakah pak presiden kita lupa yah kalau Reformasi dulu juga awalnya dari keberanian presiden soeharto buat menaikkan harga BBM dan ternyata dia di lengserkan oleh mahasiswa dan rakyatnya.</p>
<p class="MsoNormal">“Musang berbulu domba” hardiknya dalam hati.</p>
<p class="MsoNormal">Belum lagi dia teringat akan pidato sang presiden yang dengan pongahnya mengajak rakyat semacam Pan Lumbang untuk berhemat dalam segalanya. Sedangkan sang presiden sendiri dikatakan [di Koran] telah membeli ikan arwana seharga 100 juta lebih</p>
<p class="MsoNormal">“ Ini ya…yang dinamakan penghematan?” gumamnya.</p>
<p class="MsoNormal">Pan Lumbang ingat dulu saat pertengahan tahun 2006 sang presiden juga pernah mengungkapkan hal yang sama yaitu mengajak rakyatnya untuk berhemat dan sampai2 siaran televisi pun di pangkas jam operasionalnya dan mengakibatkan Pan lumbang takut, karena dia berpikir ndak bakalan dapat menonton siaran piala dunia yang memang di selenggarakan tengah malam ke atas [tapi syukurnya hal itu tidak terlaksana].</p>
<p class="MsoNormal">Jadi menurut Pan Lumbang kebijakan ini bukan merupakan barang baru di negerinya dan bakalan sama saja, palingan juga “Warm-warm Chicken Shit”.</p>
<p class="MsoNormal">Pan lumbang pun mulai men corat coret kertas yang dia temukan di tong sampah dan Pan Lumbang<span> </span>mulai mendapatkan ilham buat postingannya si ick yang isinya seperti ini:</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">Budaya      hemat tidak akan terlalu mengakar apabila di lakukan oleh karena perintah      atasan atau adanya suatu tekanan [tidak muncul dari dalam diri kita      sendiri]</li>
<li class="MsoNormal">Menumbuhkan      budaya hemat sangat penting bukan hanya dalam penghematan BBm namun juga      sangat penting untuk menghemat sumber alam dan penghematan dalam      menggunakan utang luar negeri.</li>
<li class="MsoNormal">Apabila      pejabat kita konsisten dalam apa yang dicanangkan, maka tidaklah      impossible akan diikuti oleh rakyatnya.<span> </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal">Itulah<span> </span>kebijakan hasil olahan Pan Lumbang buat postingan si ick. Tidak lupa pula dia menambahkan hal ini “kebijakan atau seruan yang di lakukan oleh pemerintah dalam penghematan energi merupakan kebijakan reaktif atau dampak dari situasi yang menekan dan bukan hasil dari perenungan dalam diri sendiri”.</p>
<p class="MsoNormal">Setelah memberikan coretan ilham buat si ick, Pan Lumbang pun pergi ke kape buat ngecass batre…</p>
<p class="MsoNormal">“Biar hidup ndak menjadi beban, mendingan ke kape liatin cewek seksi” begitu kata Pan Lumbang sambil ngeloyor pergi.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arydwantara.wordpress.com/68/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arydwantara.wordpress.com/68/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arydwantara.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arydwantara.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arydwantara.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arydwantara.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arydwantara.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arydwantara.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arydwantara.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arydwantara.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arydwantara.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arydwantara.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arydwantara.wordpress.com&blog=3143576&post=68&subd=arydwantara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arydwantara.wordpress.com/2008/05/09/akhirnya-naik-juga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f2498af4a3a6bd2399fd72c7c12494b4?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arydwantara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Omong Kosong</title>
		<link>http://arydwantara.wordpress.com/2008/05/08/omong-kosong/</link>
		<comments>http://arydwantara.wordpress.com/2008/05/08/omong-kosong/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 05:59:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arydwantara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikayat Pan Lumbang]]></category>
		<category><![CDATA[Wajib baca]]></category>
		<category><![CDATA[lunatics view]]></category>
		<category><![CDATA[awag awagan]]></category>
		<category><![CDATA[bull shit]]></category>
		<category><![CDATA[dll]]></category>
		<category><![CDATA[ndak penting]]></category>
		<category><![CDATA[omong kosong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arydwantara.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[“Bangsa ini penuh dengan omong kosong” umpat Pan Lumbang dengan sinisnya.

“Ketika banyak orang tak mampu membeli sembako, justru barang mewah yang membanjiri negeri ini kian laris, antrean orang beli minyak tanah, BBM dan raskin seakan 2 menjadi pemandangan yang lumrah. Diimbangi dibangunnya banyak supermarket, mall, café, dan SPBU. Konversi minyak tanah ke gas di kumandangkan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arydwantara.wordpress.com&blog=3143576&post=70&subd=arydwantara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal">“Bangsa ini penuh dengan omong kosong” umpat Pan Lumbang dengan sinisnya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“Ketika banyak orang tak mampu membeli sembako, justru barang mewah yang membanjiri negeri ini kian laris, antrean orang beli minyak tanah, BBM dan raskin seakan 2 menjadi pemandangan yang lumrah. Diimbangi dibangunnya banyak supermarket, mall, café, dan SPBU. Konversi minyak tanah ke gas di kumandangkan, tetapi suplainya tersendat2 dan minyak tanah seakan menghilang, istriku semakin menjerit karena ndak bisa memasak bahan makanan yang bisa terbeli dengan susah payah. Namun di televisi hampir tiap hari wajah Eko<span> </span>“F*ck’n” <span> </span>Patrio terlihat membagi- bagikan uang jutaan rupiah. Bencana akibat ulah manusia dan alam seakan tidak pernah capek mendera bangsa kita, namun hura2 dan pesta pora juga seakan tidak pernah berhenti di negeri ini, apalagi kalau sudah bertitel IDOL2 an dan BINTANG2 an…pasti LARIS MANIS…” cerocos Pan Lumbang<span> </span>tiada henti.<span id="more-70"></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“Inilah dampak dari penjajahan model baru yang bernama KAPITALIS EKONOMI, dimana produk di buat bukan lagi berdasarkan hukum permintaan dan penawaran, melainkan berdasarkan produksi sebanyak2nya dan harus terjual habis tanpa boleh ada sisa. Kita sebagai manusia di tuntut untuk membakar, mengkonsumsi, di buang, diganti, dan mencampakkan. Agar kepuasan lahiriah dan batiniah kita terpenuhi. Itulah tujuan sebenarnya dari penjajahan model baru ini” sahut Rincug tak kalah sengitnya.</p>
<p class="MsoNormal">Pan Lumbang hanya melongo kebingungan, Rincug yang hanya tamatan SR dulu, ternyata fasih bicara tentang kapitalis dan segala tetek bengeknya itu.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“Eit…hebat Rincug sekarang sudah bisa menjelaskan tentang KAPITALIS EKONOMI, pasti ini dampak dari pergaulan kamu dengan tim suksesnya Pak Geblur saat kampanye pil kades dulu yah?” tanya Pan Sari ke heranan</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Yang ditanya malah diam saja…tanpa respon apa2, memang Rincug adalah politisi dadakan di kampung itu…politisi karbitan yang siap membela yang bayar tanpa memikirkan dari mana asal uang yang di gunakan untuk membayarnya, dan tentunya tidak memikirkan apakah itu gratis atau tidak.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“ Ada lagi yang aneh dengan Indonesia ini, usahawan di undang di berbagai kesempatan, namun kriminalitas semakin menggila, bahkan para ikus berdasi pun seakan2 semakin siap denagan mars “ MAJU TAK GENTAR MEMBELA YANG BAYAR”… teriakan kearifan local semakin aneh terdengar di tengah banyaknya lahan berpindah tangan ke orang asing. Di tengah sulitnya membiayai aparatur pemerintahan, pilkada yang di beri cap sebagai pesta demokrasi di gelar setiap hari.padahal pendanaannya sering kali berasal dari utang, hebat kan? Uang di hambur2kan buat pesta berbalutkan demokrasi sedangkan rakyat kecil semakin menangis….” Kata Pan Lengis.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“ Tiap tahun utang negeri ini konon semakin bertambah… para pemimpin dan calon pemimpin seakan2 tidak mau perduli, warisan apa yang bakal di serahkan ke anak cucu nanti, apa cuman timbunan utang dan dan alam yang telah terkuras serta bisikan AYAT AYAT CINTA? Kita jadi ngeri membayangkannya” papar Rincug</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“Kita? <em>Elu aja kali, gue ng’gak!!!! </em><span> </span>Buat apa capek2 memikirkannya…aku nikmati saja kemiskinan ku ini, merespon pertanyaan mu tentang ‘warisan buat generasi yang akan datang’ aku ndak perlu ngeri aku bilang saja ada di pilem “KIAMAT SUDAH DEKAT “ ndak heran kalau bioskop kini di jejali pejabat yang mau mereparasi mental [katanya] “ sergah Manik, yang memang agak sentiment pribadi dengan Rincug sejak jagoannya kalah dalam Pilkades dulu.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“ Mendengar ocehan kalian, di dalam hatiku jadi muncul tanda tanya yang kian membesar dan terus membesar, sekarang semua itu mungkin tidak menjadi kenyataan, namun beberapa tahun kedepan mungkin saja. Hal ini berdasarkan apa yang terjadi belakangan ini. Di tengah merosotnya rasa nasionalisme, lupa akan sejarah dan meningkatnya budaya <em>selfish</em>. Juga sikap masa bodoh yang di tunjukkan oleh Manik [yang tentunya bukan cuman manik yang seperti itu, tapi banyak sekali] mereka terlalu lama di biarkan untuk mengurus masalah sendiri, tiada tempat untuk mengadu, malah Negara yang di jadikan tempat berkeluh kesah seakan2 menghilang tanpa jejak dan absent saat di butuhkan. Bila kaum seperti mereka menjadi mayoritas, mungkin nanti Indonesia yang bersatu akan menjadi terpecah pecah karena kemalasan kaum mudanya untuk mengurusi masalah Negara. Tadi sempat pula aku dengar tentang keprihatinan tentang terkurasnya uang Negara akibat pesta demokrasi…benar kan? Aku punya usul gimana kalau para politisi di rekrut dengan cara OUTSOURCING ? kesempatan di buka buat siapa saja asalkan bisa memiliki modal sebanyak US$ 5 milyar dan uang yang telah di setor ke pemerintah sebagai jaminan tidak bisa diminta kembali oleh para calon yang gagal. Para mantan presiden, mantan gubernur, mantan bupati dan mantan kepala desa dari Negara lain [yang telah sukses di negaranya] boleh melamar. Sekarang khayalanku terkesan OMONG KOSONG namun pasti akan terjadi kalau negeri ini di penuhi oleh kaum APATIS “ ceramah Pan Lumbang penuh makna.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Senja semakin gelap dan akhirnya matahari pun berganti dengan indahnya sinar rembulan yang senantiasa menerangi di setiap sudut malam…bersamaan dengan itu bubar juga debat terbuka antara mereka dan mereka kembali ke pelukan istri masing2, kembali ke permasalahan rumah tangga mereka, kembali ke kehidupan nyata dan melupakan kesengsaraan mereka di tengah Negara [yang katanya] merdeka ini……</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arydwantara.wordpress.com/70/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arydwantara.wordpress.com/70/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arydwantara.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arydwantara.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arydwantara.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arydwantara.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arydwantara.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arydwantara.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arydwantara.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arydwantara.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arydwantara.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arydwantara.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arydwantara.wordpress.com&blog=3143576&post=70&subd=arydwantara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arydwantara.wordpress.com/2008/05/08/omong-kosong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f2498af4a3a6bd2399fd72c7c12494b4?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arydwantara</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>