Dua hari yang lalu

facs0599_jpg.jpgDua hari yang lalu, saat saya beserta keluarga menjenguk kerabat yang sakit di rumah sakit Sanglah, saya terkejut karena melihat banyaknya warga di lorong-lorong rumah sakit yang tidak mendapatkan kamar, mereka terpaksa di rawat di luar karena memang dari pihak rumah sakit sudah tidak memiliki kamar untuk “kelas” mereka lagi.

Pemandangan berbeda saat saya masuk di ruangan yang katanya bertaraf internasional, kamar kosong masih banyak dan masih sangat sepi, sempat saya bergumam dalam hati “kenapa pasien yang tergolek lemas di lorong-lorong tadi tidak dimasukkan dalam ruangan ini? Apa karena mereka terlalu miskin, hingga tidak di perbolehkan untuk sekedar “tidur” di ruangan ini”. Mungkin penyakit beranggapan orang miskin ndak pernah berpikir keras jadi sakitnya pasti ringan sehingga tidak perlu mendapat pengobatan yang bagus,cukup infus dan biarkan tidur di lorong , sedangkan orang kaya selalu lelah berpikir sehingga perlu mendapatkan perawatan yang ekstra agar cepat sembuh dan bisa berpikir lagi.

Sampai kapan bangsa kita bisa lepas dari praktek yang semacam ini, sampai kapan orang miskin di Indonesia akan mendapat perlakuan seperti ini, walaupun miskin, mereka juga manusia, mereka tidak mau lahir menjadi orang miskin, Cuma nasib berkata lain kepada mereka.

Mungkin ini beda Negara maju dengan Negara berkembang (Indonesia masih masuk ke kategori berkembang ndak yah, soalnya di buku pelajaran sekolah ndak pernah saya baca seperti itu lagi, dulu biasanya saya baca “Indonesia Negara berkembang dan siap masuk era tinggal landas” ha..ha..ha..begitu kata pak Harmoko dulu) menurut teman saya yang sudah menetap di Amerika selama puluhan tahun (karena memang orang sana) disana walaupun orang miskin atau orang kaya, di bidang kesehatan mereka sama derajatnya, malah dokter bisa di tuntut di pengadilan kalau berani membeda bedakan pasiennya, soal biaya? Ndak perlu susah mikirin karena sudah Negara yang membiayai (beda dengan kita sehabis keluar dari rumah sakit malah tambah sakit memikirkan biaya pengobatan nya…) yah..begitulah keadaannya…

Temen temen Bloggers, Saya jadi teringat akan pemilihan gubernur yang akan datang, ada salah satu calon yang berani mengatakan bahwa kalau saya menang maka sekolah, pengobatan dan lain lain akan gratis…[jangan mimpi pak!!!!] kalau memang bisa seperti itu, kenapa dulu tidak mencalonkan diri menjadi calon presiden RI pasti banyak yang milih bapak, karena semua warga Indonesia sukanya yang gratis-gratis..jangan terlalau berjanji yang muluk muluk kepada masyarakat, masyarakat sekarang sudah pintar pintar.

Saking asiknya saya bergumam, tanpa sadar saya lewat dari pintu kamar saudara saya itu, dan buru buru saya berbalik agar tidak menjadi bahan tertawaan saudara yang lainnya.