Perlukah kita menjadi kaya?

Orang sering berpikir untuk mejadi kaya haruslah menang lotere terlebih dahulu agar bisa memperbaiki kondisi keuangan yang sedang parah..

Tapi menang lotere 200 juta pun kalau yang di inginkan mobil baru seharga 250 juta, sama dengan bull shit..jadi ndak usah berkhayal untuk menang lotere, yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana pendapatan uang yang kita terima bisa berkembang 2 kali lipatnya (asal ndak ke dukun aja hi..hi..hi..)

Apa target yang kita ingin raih dalam 6 bulan kedepan? Rumah, mobil, atau yang lainnya?

Berapa dana yang di butuhkan dalam mencapai target tersebut dan bagaimana cara agar bisa mencapainya? (sekali lagi bukan ke dukun lho..)

Semuanya butuh yang namanya perencanaan, sebab tanpa perencanaan yang jelas, seberapapun uang yang di hasilkan akan habis tanpa jejak, apa lagi kita tidak mencoba mengontrol gaya hidup kita.

Banyak yang bilang ke tiyang bahwa masa muda adalah masa yang pas untuk berinvestasi entah itu dalam bentuk uang, emas, reksa dana atau yang lainnya, tapi memang dasar tiyang orangnya boros uang bulanan pasti habis dalam sekejap. (tiyang gajian berprinsip 1.2.3.)

1.tanggall satu dapat gaji

2.tanggal dua sudah habis bayar utang

3.tanggal tiga pinjem lagi…(he..he..he..maklum anak kost)

Jika tiyang bertanya pada semeton (baca teman2) semua, pasti banyak yang merasa kekurangan dengan uang yang di pegang saat ini, betul kan?

Bicara masalah cukup atau ndak cukup pasti jawabannya ndak cukup alias selalu kuangan (baca: kurang) karena itu sudah masalah manusia yang ndak pernah puas.

Jika dengan jumlah uang yang sekarang saja tiyang sulit mengatur, gimana nanti kalau mengatur uang yang lebih besar? Mungkin kuncinya terletak pada saat pengelolaan uang tersebut..

Yang jelas untuk saat ini tiyang masih kekurangan uang….

Hikz..hikz..hikz….