Langka dan perlu masuk museum

LPG langka….BENSIN lenyap….dua kata itu selalu menghiasi media2 di bali belakangan ini, kenapa itu bisa terjadi? Apakah mungkin sengaja di timbun mengingat banyaknya gossip yang mengatakan BBM[bensin] akan naik lagi, sampai menyentuh titik aman Rp 10.000 per liternya?

Dan kenapa LPG ukuran kecil menjadi langka? Bukankah pemerintah yang menyarankan konversi dari mitan ke LPG?

Apakah ini pertanda pemerintah kita tidak siap dalam menerapkan kebijakannya?

Dari pantauan saya selama ini, LPG yang ukuran 5 kg lah yang menghilang sejak awal bulan lalu, menurut pengakuan petugas pertamina yang berhasil saya minta keterangannya, kelangkaan LPG yang ukuran 5 kg karena pasokan dari depo belum datang dan ketidak lancaran dalam pendistribusian tabung alias tabung ukuran 5 kg habis….[kenapa bisa habis dan ndak ada stoknya?]

Aneh…benar2 aneh…ditengah gencar2nya pemerintah untuk program konversi, kenapa hal yang seperti itu tidak di perhatikan yah? Mestinya pemerintah memperhatikan hal2 kecil seperti ini dulu sebelum memaksakan programnya….

Dan tadi saya membacadi Koran bali post, katanya presiden kita bapak SBY akan menyediakan jasa service gratis atas kompor2 yang rusak.

Langkah itu memang bijak tetapi kok kompor masih baru sudah rusak yah? Usia kompor tersebut belum satu tahun, tapi sudah ada yang patah, berkarat dan lain sebagainya….kentara banget bahwa kompor tersebut merupakan barang yang tidak berkwalitas dan barang murahan….

Huh..pemerintah memang aneh…

“berhubung saya membahas masalah kompor lagi,di postingan lalu saya pernah juga mengangkat judul “mana kompor saya” dan saya masih menunggu janji palsu itu, dasar lidah tak bertulang, asal bunyi tak bisa di pegang, memang paling mudah kalau buat janji palsu, janji palsu, janji semu, janjinya tukang tipu!!!!!!”.