Mental kaos dan nasi bungkus…

ya…itulah yang menjadi topik saya kali ini, karena bisa kita lihat kalau ada kontestan pilgub yang kampanye dan membagikan kaos gratis plus nasi bungkus, maka tak terhitung jumlah warga yang akan ikut berkampanye, dan semakin besar kepala pula sang calon pemimpin yang dengan bangga akan merasa menang [karena di lihat banyaknya orang memakai baju kaosnya].

Lucu..sungguh lucu..rakyat kita masih saja bisa di bohongi dengan yang seperti itu, mereka tidak sadar baju kaos dan nasi bungkus itu tidak gratis, ada makna yang tersembunyi di dalamnya. Biaya balik modalnya nanti bakalan di limpahin ke kita [masyarakat], karena kita tahu ndak ada yang gratis di dunia ini. Ndak salah kan kalau saya bilang mental aspirasi masyarakat kita cuman sebatas “mental baju kaos dan nasi bungkus”

Bukannya saya anti ama yang beginian , tapi alangkah baiknya kita sadar diri dan pilih pemimpin yang bener2 mau peduli ama rakyat bali dan bukan pemimpin yang cuman bisanya koar2 doang, harapan kita cuman satu buat para pemimpin nanti…”inget ama janji yang udah di omongi”  itu saja…..