Cara dia memandang cinta

Katanya sih cinta, tapi sikapnya kok tak berbicara begitu?

Well, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Pertama, anda perlu tahu dulu bahwa konsep cinta antara lelaki dan wanita pada dasarnya memang berbeda.

Dalam hal ini Woman [perempuan] disimbolkan dengan warna merah

Sedangkan Man [laki-laki] disimbolkan dengan warna biru

Bagi wanita CINTA itu adalah PERHATIAN

Salah satu tanda cinta bagi wanita adalah perhatian. Kita senang memberi sekaligus menerima perhatian. Sekecil apapun perhatian yang diberikan pasangan, kita akan merasa istimewa dan dicintai. Misalnya, dikirimi SMS setiap hari, meski pesannya hanya ucapan selamat pagi atau selamat tidur.

Sedangkan bagi kaum pria CINTA itu adalah KEPERCAYAAN

Sementara buat lelaki yang menyamai arti perhatian adalah kepercayaan. Lelaki menganggap jika pasangan yang dicintainya memberikan kepercayaan penuh padanya, itu berarti sang kekasih meyakini bahwa ia telah melakukan yang terbaik bagi mereka berdua. Lelaki tak suka dibanjiri SMS. Apalagi jika pesannya berisi, “Kamu di mana?” selain mengganggu, pesan ini seolah menunjukkan kita tak mempercayainya.

Bagi wanita CINTA itu BUTUH PENGERTIAN

Sedangkan bagi kaum pria CINTA itu BUTUH PENERIMAAN

Selain perhatian, hal lain yang dibutuhkan wanita dalam hubungan adalah rasa dimengerti. Kaum lelaki memang sulit untuk memahami wanita. Namun, mereka punya cara untuk mengatasinya. Banyak lelaki diberi kemampuan mendengarkan keluh kesah kita tanpa menghakimi. Ia juga dapat memberikan empatinya. Sikap lelaki yang lebih mudah memahami ini bukan didapat dari mengetahui pikiran atau perasaan seorang wanita. Ini karena lelaki selalu berusaha mengumpulkan makna-makna dari apa yang dia dengar dan dia lihat untuk membenarkan apa yang disampaikan kekasihnya.

Sementara wanita yang kadang tidak berdaya mengubah kekasihnya akhirnya dengan penuh cinta menerima si dia apa adanya. Dan, inilah yang membuat lelaki merasa bahagia dan sangat dicintai.

Bagi wanita CINTA itu INGIN DIHORMATI

Sedangkan bagi kaum pria CINTA itu INGIN DIHARGAI

Wanita akan merasa dihormati bila lelaki menanggapi dengan mengakui dan mengutamakan hak-hak, harapan dan kebutuhan-kebutuhan mereka. Jika tingkah laku lelaki selalu mempertimbangkan pikiran-pikiran dan perasaan wanita, pasti mereka akan merasa senang dan dihormati. Betul kan?

Sedangkan bagi lelaki, penghargaan atau dihargai merupakan reaksi alami terhadap perasaan didukung. Jika usahanya dihargai, lelaki akan tahu bahwa usahanya tidak sia-sia. Nah, hal ini bisa mendorong lelaki untuk bisa berbuat lebih banyak. Lelaki yang merasa dihargai secara otomatis lebih bersemangat dan terdorong untuk lebih menghormati pasangannya.

Bagi wanita CINTA itu MEMBUTUHKAN KESETIAAN

Sedangkan bagi kaum pria CINTA itu LEBIH BUTUH RASA KAGUM

Diakui atau tidak, ketika sedang jatuh cinta kita selalu ingin pasangan berada di sisi kita, kalau perlu 24 jam penuh (bodyguard saja pakai shift :p). Ini menandakan kita memang sangat menginginkan dan mengagungkan kesetiaan. Nah, kaum lelaki merasa bila si pasangan mengagumi dan menghormati hak-haknya, dengan ikhlas ia akan membaktikan diri dan menyanjung si pasangan.

Sebaliknya, jika perempuan diperlakukan sebagai sosok yang terpenting dalam kehidupan lelaki tercintanya, maka mereka akan dengan mudah memberikan kekaguman pada pasangan. Segala sesuatu memang harus ada timbal baliknya, kan?

Bagi wanita CINTA itu MENGHARAP KETEGASAN

Sedangkan bagi kaum pria CINTA itu MENGHARAP PERSETUJUAN

Setiap pasangan yang akan memulai hubungan, biasanya akan menunjukan sikap persetujuan dan ketegasan. Sebagai contoh, wanita selalu membutuhkan ungkapan rasa cinta dan sayang yang diutarakan lewat kata-kata. Mereka membutuhkan kata “jadian” terucap dengan jelas, tegas dan langsung sebagai bukti keabsahan hubungan.

Sementara lelaki merasa dengan kata “mau”, anggukan, atau ungkapan persetujuan lain dari wanita sudah cukup menunjukkan bahwa mereka bersedia menjalin hubungan bersamanya.

Nah, setelah lelaki menerima persetujuan yang dibutuhkan, dia akan lebih mudah untuk menghargai perasaan wanita. Sedangkan si wanita akan merasa lebih dicintai jika lelaki yang dicintainya memberikan penegasan secara berulang.

Dibalik Ego Lelaki

Joe Tannenbaum, penulis buku Male and Female Realities, menyatakan bahwa fokus lelaki hanya untuk dirinya, sedangkan perempuan fokus pada orang lain (ini menjelaskan mengapa perempuan senang memberi perhatian dan lelaki sangat senang menerimanya). Dia menegaskan bahwa seorang lelaki adalah pusat alam semestanya sendiri. Segala sesuatu dimulai dari dirinya sendiri, baru bergerak keluar. Ini cukup menjelaskan mengapa ego lelaki sangat kuat.