[gossip] Akhirnya Naik Juga

Pan Lumbang marah2 setelah membaca harian kota pagi ini. Dia mengaku marah dan kesal karena mengaku di bohongi mentah2 oleh presiden yang dia pilih dengan bangga dahulu. Presiden yang berjanji akan melakukan perubahan dalam seratus hari kepemimpinannya. Presiden yang pandai bernyanyi lagu “pelangi dimatamu” saat kampanye dulu, dan presiden yang [katanya] memihak wong cilik yang ndak bakalan menaikkan harga BBM, Sembako,dan segala tetek bengeknya.

Namun sekarang, Pan Lumbang cuman bisa duduk terdiam sambil matanya menerewang, sambil berpikir bagaimana nasib bangsa ini ke depannya saat harga minyak sudah mulai di naikkan oleh pemerintah. Teringat dia akan slogan sang presiden dulu… “ bersatu kita bisa” [bisa apa pak?…bisa mati…bisa hancur…atau bisa ular?]

“Baru gossip akan dinaikkan saja…harga2 sudah melambung duluan, gimana kalau nanti kalau jadi dinaikkan? Bisa2 ndak terbeli semuanya” gumam Pan Lumbang dalam hati.

Pan Lumbang marah akan keberanian presidennya mengambil langkah tidak popular yaitu menaikkan harga BBM. Bahkan menurut Koran yang di baca Pan Lumbang tadi, proses pembahasan antara presiden dan jajaran yang berkait sudah menyasar masalah tiga opsi yang akan di jalankan yaitu langkah penghematan, kenaikan terbatas berapa harga BBM bersubsidi dan kompensasi untuk rakyat.

Jadi kalau [boleh] dibilang kasarnya seperti ini….”naiknya seberapa, komoditasnya apa saja dan instrument yang menyertai apa saja”…

Oh…Pan Lumbang semakin bingung akan semuanya…dan dia ternyata sudah kena tipu mentah2 saat pilpres dulu. Apakah pak presiden kita lupa yah kalau Reformasi dulu juga awalnya dari keberanian presiden soeharto buat menaikkan harga BBM dan ternyata dia di lengserkan oleh mahasiswa dan rakyatnya.

“Musang berbulu domba” hardiknya dalam hati.

Belum lagi dia teringat akan pidato sang presiden yang dengan pongahnya mengajak rakyat semacam Pan Lumbang untuk berhemat dalam segalanya. Sedangkan sang presiden sendiri dikatakan [di Koran] telah membeli ikan arwana seharga 100 juta lebih

“ Ini ya…yang dinamakan penghematan?” gumamnya.

Pan Lumbang ingat dulu saat pertengahan tahun 2006 sang presiden juga pernah mengungkapkan hal yang sama yaitu mengajak rakyatnya untuk berhemat dan sampai2 siaran televisi pun di pangkas jam operasionalnya dan mengakibatkan Pan lumbang takut, karena dia berpikir ndak bakalan dapat menonton siaran piala dunia yang memang di selenggarakan tengah malam ke atas [tapi syukurnya hal itu tidak terlaksana].

Jadi menurut Pan Lumbang kebijakan ini bukan merupakan barang baru di negerinya dan bakalan sama saja, palingan juga “Warm-warm Chicken Shit”.

Pan lumbang pun mulai men corat coret kertas yang dia temukan di tong sampah dan Pan Lumbang mulai mendapatkan ilham buat postingannya si ick yang isinya seperti ini:

  1. Budaya hemat tidak akan terlalu mengakar apabila di lakukan oleh karena perintah atasan atau adanya suatu tekanan [tidak muncul dari dalam diri kita sendiri]
  2. Menumbuhkan budaya hemat sangat penting bukan hanya dalam penghematan BBm namun juga sangat penting untuk menghemat sumber alam dan penghematan dalam menggunakan utang luar negeri.
  3. Apabila pejabat kita konsisten dalam apa yang dicanangkan, maka tidaklah impossible akan diikuti oleh rakyatnya.

Itulah kebijakan hasil olahan Pan Lumbang buat postingan si ick. Tidak lupa pula dia menambahkan hal ini “kebijakan atau seruan yang di lakukan oleh pemerintah dalam penghematan energi merupakan kebijakan reaktif atau dampak dari situasi yang menekan dan bukan hasil dari perenungan dalam diri sendiri”.

Setelah memberikan coretan ilham buat si ick, Pan Lumbang pun pergi ke kape buat ngecass batre…

“Biar hidup ndak menjadi beban, mendingan ke kape liatin cewek seksi” begitu kata Pan Lumbang sambil ngeloyor pergi.