Sesuatu yang bernama AGAMA…

Agama… haruskah semua orang memilikinya? Apakah semua orang di Indonesia sudah beragama? Dan apakah semua pemeluk agama [di Indonesia] telah melakukan kewajiban yang diajarkan oleh agamanya?🙄

Ah, pertanyaan ini timbul saat saya membaca salah satu berita di harian bali post yang mengatakan “ hakim bingung saat salah satu saksi mengatakan dirinya tidak beragama” . Mungkin kalau di Indonesia, hal itu sangat jarang dan bahkan hampir sangat tidak ada orang yang tidak memeluk salah satu agama yang di sediakan. Bahkan dulu saat masih jamannya orde baru sedang jaya2nya, label komunis sangat gampang di cap pada orang tersebut, dan bisa2 di culik oleh aparat lalu menghilang entah kemana… yah komunisme sangat di larang d Indonesia ini dan sangat di benci oleh pemerintah orde baru, banyak orang yang hidupnya tersiksa, dikucilkan dan di beri cap tidak bersih lingkungan jika di ketahui menganut atau berhubungan dengan orang yang di cap sebagai komunis. Pokoknya komunis identik dengan musuh tuhan dan sangat gampang menyalahkan orang yang bercap komunis, walaupun sebenernya para penganut paham komunis itu adalah orang yang ada di tempat dan waktu yang salah pada jaman itu.

Tapi bagaimana dengan saksi tadi? Apakah dia seorang komunis? Ternyata tidak dia adalah seorang penganut ajaran “deisme”. Apa itu deisme? Menurut yang saya baca diesme ialah “paham yang mengatakan tidak memeluk salah satu agama namun percaya dengan adanya tuhan yang menciptakan segala sesuatu yang ada di bumi dan jagat raya ini” mungkin kita beranggapan aneh dengan ajaran yang seperti ini, [kalau FPI denger mungkin bisa di pentung rame2 nih:mrgreen: ] yah… itulah yang terjadi di belahan Negara barat, agama sangat pribadi untuk di bicarakan, dan jarang di gunakan sebagai alat penanda atau identitas yang di gunakan sebagai pembedaan manusia yang satu dengan yang lainnya. Apalagi di gunakan sebagai pendeskreditan suatu ajaran agama yang minoritas, masih ingat kan kasus seorang asing yang ingin membuat surat kuasa, kebingungan saat menulis formulir agama yang dianut dan menulis “what is the meaning? “, dan si petugas dengan polosnya mengetik agama “what is the meaning” di kolom agama si bule… [petugas gendeng…😆 ] nah itulah di Indonesia, hampir setiap formulir mencantumkan kolom agama yang dianut. Hebat kan😯 dan dulu ada sebuah anekdot di masyarakat bahwa seseorang itu di katakan beragama KTP [karena dinilai tidak pernah sembahyang dan keluar dari ajaran2 agama yang di anutnya]. Bahkan lucunya agama di anggap salah satu jalan untuk mencapai kekuasaan, karena tidak banyak orang yang rela beragama bunglon, karena di satu daerah mengatakan beragama A dan di lain daerah mengatakan beragama B aneh kan? Banyak banget penyelewengan agama itu sebenarnya.

Belum lagi pengkerdilan nama tuhan oleh sekelompok tertentu, yang dengan meneriakkan kebesaran namanya sambil merusak dan menghancurkan kaum “beragama” minoritas, bahkan sekelompok teroris mengatakan beraksi mengahancurkan kedamaian dunia atas perintah tuhannya, tuhan yang mana yang tega menyakiti umatnya, tuhan yang tinggal dimana yang mau mengajarkan makhluk ciptaanya untuk saling membunuh dan menghancurkan?

Aneh…sungguh aneh… Indonesia Negara yang katanya berketuhanan dan sebagian besar [bahkan seluruhnya] mengaku beragama [termasuk saya😎 ] namun, coba lihat apakah kita hidup sudah dengan ketenangan? Apakah kita sudah hidup damai antar pemeluk agama yang satu dan yang lainnya? Apakah kita sudah melakukan kewajiban kita dalam beragama dengan sebaik2nya, seikhlas2nya, setulus2nya?

Saya sendiri sebenernya seorang penganut ajaran “AHMOODIYAH” [pinjam istilah bli anton ah…🙂 ] karena jujur saja, saya bersembahyang tergantung mood dan saya akui itu [DON’T TRY THIS AT HOME], karena saya bukan robot yang mesti di perintah kalau ingin mekakukan sesuatu. APAKAH SAYA KOMUNIS?😯 Tidak saya bukan komunis😎 , sesuai KTP dan keyakinan serta keturunan orang tua:mrgreen: , saya beragama hindu, namun saya merasa belum menjadi orang hindu yang baik dan benar menurut kitab suci saya. Masih banyak yang saya tidak pahami dan ketahui. Jujur saja pada diri kita masing2 apakah kita sudah mengakui agama yang kita anut merupakan pilihan kita dan bukan paksaan dari keturunan? Karena suka atau tidak suka orang tua kita lah yang mendoktrin kita sedari kecil untuk mengikuti agama apa yang kita anut.

Maap sebesar2nya kalau postingan kali ini bersifat pribadi banget karena saya berbicara mengenai agama, bukan maksud saya untuk melecehkan keberadaan umat beragama di Indonesia, cuman ini bentuk dari pertanyaan bodoh saya, dan ungkapan kebodohan saya. Maapkan saya temen2 lunatics kalau ada yang kurang berkenan di hati para pembaca sekalian. Karena saya ingin nama tuhan jangan di campur adukkan dalam kehidupan duniawi, kasihan Tuhan, yang sudah susah payah menciptakan dunia beserta isinya dan menurunkan wahyu kedunia bernama “agama” yang mengharapkan kita hidup dengan tenang dan damai antar sesama manusia. Karena pada intinya semua agama mengajarkan kita untuk saling menyayangi dan mengasihi.