Updates from November, 2008 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • arydwantara 5:42 am on November 26, 2008 Permalink | Reply
    Tags: dilema, masyarakat, moral, muda   

    Moral dan delima eh dilema… 

    Sekali lagi pikiran bodoh ini menerawang entah kemana, dan sekali lagi pikiran ini usil membicarakan masalah agama dalam kehidupan generasi muda . Kenapa tidak, dalam pengamatan saya belakangan ini kehidupan beragama generasi muda bali tak ubahnya seperti lalat. Yang sesekali hinggap di tempat suci dalam artian sejalan dengan moralitas agama dan pada lain kesempatan mereka hinggap di tempat maksiat semacam kompleks pelacuran dan mabuk2an.

    Tampaknya itu tidak bisa disederhanakan, karena kepesatan perkembangan duniawi kota denpasar jauh meninggalkan pembelajaran kaum muda mendalami pembelajaran agamanya. Dinamika duniawi pun jauh lebih tinggi perputarannya. Realitas ini kemudian memunculkan ralitas yang tarik menarik dan tawar menawar, antara moralitas agama dengan nilai2 yang lain. Dan sialnya justru saling bertentangan. Dan apabila muncul pemikiran permisif di kalangan muda di bali maka itu mungkin buah dari kesenjangan itu. Dan ada satu lagi yang perlu di tegaskan, bagaimana kaum muda bisa menjaga moralitasnya apabila kaum tua yang terbiasa berbicara di mimbar menjelaskan tentang moral dan agama namun apabila saat di bawah mimbar mereka terbiasa check in di hotel melati or bungalow dan tertangkap saat berselingkuh 😯 ❓

    Lihatlah pada kenyataan pada hari raya, bentuk permainan bermuatan judi sudah menjadi bentuk kelaziman, dan khususnya pada saat hari raya nyepi yang nota bene kita harus mengajarkan perenungan diri melalui tapa bratha dan semedi, justru bertolak belakang karena mereka sibuk ber panca sila [panca=lima, sila=duduk] duduk berlima sambil memainkan judi ceki , dan coba lihat di lapangan puputan di depan pura Jagat Natha denpasar saat bulan purnama, banyak sekali jenis permainan yang mengarah ke perjudian yang tergelar bebas.

    Semula kegairahan masyarakat muda hindu bali dalam ke pura sempat mendapatkan reaksi positif dari kalangan masyarakat, namun seiring dengan perjalanan waktu, reaksi positif itu mendapat pertanyaan. Karena menurut mereka,kaum muda bersembahyang bukan lantaran di barengi dengan niat tulus ikhlas menghadap sang pencipta atau dalamnya pendidikan agama yang mereka peroleh namun mereka terdorong oleh gairah untuk berdandan dan bersolek dan memamerkan ke mewahan dalam balutan busananya. Sebagai contoh boleh di lihat sekarang ini kain kebaya kepura sudah semakin menipis dan hampir tembus pandang. Memang kalau kita berniat untuk sembahyang sieh ndak apa2 namun bukankah manusia itu hidup berbarengan dengan setan juga? Dan sangat diakui pengaruh setan lebih kuat dibandingkan pengaruh tuhan πŸ˜†

    Akh..sungguh aneh dunia sekarang ini, orang yang gemar bersembahyang sampai ke pelosok2 gunung dan lembah justru mengeluarkan putusan buat menjual lahan pelaba [asset] pura. Kepribadian ganda itu semakin membuat saya bingung. ck…ck..ck… aneh kan? Jadi ndak salah kan kalau pemikiran bodoh saya mengatakan kehidupan moral masyarakat seperti lalat yang gemar hinggap di sana sini tanpa memiliki pedoman hidup yang jelas, yang sekali2 terlihat sangat religius dan sesekali [sialnya tertangkap] berselingkuh atau sedang di tempat pelacuran 😳 entah apa jadinya dunia ini jika dipenuhi oleh lalat…

    *My sweat lunatickroom*

    Advertisements
     
    • nono 7:11 am on November 26, 2008 Permalink | Reply

      bener banget…
      kekayaan bali pada umumnya telah tergrogoti…
      sgb generasi muda yukz sama2 :
      AJENG BALI ne….

      nice post…

      “ajeng bali or ajeg bali bos? 😳 “

    • nono 7:17 am on November 26, 2008 Permalink | Reply

      lebih enak delima…
      kikikik… πŸ˜€

      “betul bos…. πŸ˜† “

    • nono 7:18 am on November 26, 2008 Permalink | Reply

      beli dulu ah…
      hatrix nih…. πŸ˜€

      “jangan ngutang yah… πŸ˜† “

    • Nias Zalukhu 7:20 am on November 26, 2008 Permalink | Reply

      wah wah tulisannya dalem banget ick.. hehehe…sayang dikau jauh.. coba dekat.. akan kuhibur ples ples wkwkkw

      “whua…ka..ka…jauh di mato deket di hati…”

    • Rita 12:39 pm on November 26, 2008 Permalink | Reply

      Bangga punya pemuda yang berbudi pekerti seperti siempunya blog ini……Kalo semua remaja berpandangan seperti ini bisa dipastikan negara ini akan menjadi bangsa yg bermartabat tinggi, amien

      ” 😳 “

    • sarahtidaksendiri 3:01 pm on November 26, 2008 Permalink | Reply

      wagh, salah satu contoh anak bangsa yg kritis nich…seandainya semua mau berfikir yang baik dan kritis serta gemblang serpti pemilik blog ini dan mau bertindak lebih untuk budaya mereka pasti negara dan bangsa ini tidak melulu kehilangan ‘harta2’nya.. makasih y udah mampir ke gubuk sy.. πŸ˜€

      “wikz….jadi malu baca komentnya….hi..hi..hi…ick di puji nieh…. 😳 “

    • Deddy 12:31 am on November 28, 2008 Permalink | Reply

      Klo mengatasi masalah lalat, kita bisa pasang lem lalat, tutup makanan yang ada di meja, atau pintu rumah juga ditutup krn musim hujan spt sekarng lalat makin banyak aja.

      Nah, sayangnya untuk masalah moral hanya jadi urusan diri sendiri dan yang di atas. Jadi inget lagunya bang Iwan, “Urus saja moralmu… urus saja akhlakmu”…

      “heikz… i cant speak anything… “

    • HeLL-dA 6:30 am on November 29, 2008 Permalink | Reply

      Betul kayak yg Pak Deddy Andaka bilang, sudahlah, Ry, biarin aja.. Yg penting kamu tdk terpengaruh dengan mereka. Tetep pertahan dirimu yg sekarang ini..
      πŸ˜‰

      ” he..he… emang koment mr andaka topbgt, makasaih dah mampir ke rumah aneh ini HELL “

    • casual cutie 6:50 am on November 29, 2008 Permalink | Reply

      bener bgt…..jgn generasi muda aj yg hrs bermoral. yg tua jg donkk.

      “seratus bangetz…gimana mau bermoral bagus kalau yang ngomong tidak bermoral bagus juga [tapi tolong jangan tanya moral pemilik blog ini 😎 ] “

    • info resep 6:54 am on November 29, 2008 Permalink | Reply

      mari menjadi generasi yg lebih baikk

      “ayo…..ndak ada kata terlambat.. πŸ˜† “

    • info resep 7:27 am on November 30, 2008 Permalink | Reply

      mmmhhh…hrs diperbaiki dr diri sendiri

      “yup…setubuh..eh setuju…”

    • zee 12:23 am on December 2, 2008 Permalink | Reply

      Kalo kata para ahli, kaum muda memang berada dalam kondisi yg belum matang jd segala sesuatu ygy dikerjakan biasanya karena rasa ingin tahu & penasaran. Mudah2an siy tdk menjurus jd ikut aliran sesat dsb kayak di Jepang sana.

      ” 😳 betul juga yah…pemuda itu sangat besar rasa ingin tahunya…sampai2 ML pun di jadikan alasan dari rasa pengen tahu yang luar biasa itu…he..he.”

    • agoenk03 2:32 am on December 3, 2008 Permalink | Reply

      yik, lagi OL ne?
      ntar saya kesana sorenya, gmn?
      jam berapa ada dirumah?

      B A L A Z…..

      “he..he… kalau mo dateng…come on aja…ndak usah malu2…”

    • a! 3:35 am on December 3, 2008 Permalink | Reply

      di mana2 trnyata sama. agama bisa dibajak utk apa saja. :((

      “yah..begitulah bos…apapun asal menguntungkan kayaknya halal…”

    • radhika 6:00 am on December 3, 2008 Permalink | Reply

      setuju..
      salam kenal juga ya

      “salam kenal juga… 😎 “

    • Reallylife 11:03 pm on December 3, 2008 Permalink | Reply

      i think good moral its good

      “thanks…”

    • giz 6:34 am on December 4, 2008 Permalink | Reply

      de, dah kerja? -oot-

      “lom gek… cariin satu kerjaan gek…please… eh btw no telp dunk kalau boleh 😳 “

    • SIge 1:58 pm on December 4, 2008 Permalink | Reply

      Salam kenal Bli,

      Berbicara moral kaum muda seperti saya, tidak terlepas dari contoh kaum tua yang menjadi panutan kami.

      Prasangka, saya melihat cara pandang orang Bali aseli dari tulisan Bli yang saya kutip di bawah,

      “namun seiring dengan perjalanan waktu, reaksi positif itu mendapat pertanyaan.”

      Saya tidak menyalahkan sebagian dari masyarakat kita memiliki prasangka terhadap perilaku kaum muda, namun jangan terlalu jauh juga menghakimi kami. Tidak semua kaum muda seperti itu.

      Nah, dengan keadaan seperti ini sudah cukupkah dengan prihatin saja? saya rasa tidak. Perlu solusi, bila saja organisasi sekehe teruna berjalan sebagai mana mustinya, moral lalat masyarakat kita mungkin dapat dikurangi, khususnya kaum muda seperti saya. Mengenai apa dan bagaimana, mari kita pikirkan bersama.

      Segitu aja dulu koment saya, suksma.

      “wow 😯 ternyata segitunya yah…. yang jelas tulisan ini ndak bermaksud buat nge Judge siapapun…karena ini merupakan hasil dari pikiran bodoh saya saja….”

    • devari 2:09 pm on December 4, 2008 Permalink | Reply

      idealnya generasi muda jadi garda terdepan untuk satu pembaruan πŸ™‚

      “betul bli tanpa mengecilkan peran generasi tua yang telah ngedoktrin kita…”

    • giz 6:56 am on December 5, 2008 Permalink | Reply

      YM gen ke aku nomormu, nanti ta miskol… tp ati2 ntar ditimpuk ama nyonyah ya πŸ˜€ ga nanggung

      YMna sama kek emailku..:)

      “okay…tak send ntar…”

    • gdwgdw 1:24 am on December 7, 2008 Permalink | Reply

      wah, saya rasa bukan hanya sedekar pikiran boDoh:)
      katanya.. manusia emang ga pernah puas… katanya…

      salam kenal..

      “salam kenal juga gek dewi…betul yah namanya? betul juga kalau manusi itu ndak pernah puas dengan apapun…termasuk urusan yang itu…. he..he… ” 😳

    • Balisugar 5:10 am on December 9, 2008 Permalink | Reply

      Mampirrrrrrrrr

      kalau buah delima beneran enak hehe

      ” pa lagi yang udah masak…hm…nyummy….” πŸ˜†

    • hildatob 12:50 am on December 10, 2008 Permalink | Reply

      haha
      udah ga heran liat orang2 yg kek punya 2 kehidupan. di sebelah sono religius dan di ujung lainnya tiba2 berubah jadi orang jahat.

      yah, ga heran sih
      karena ujung2nya smua karena duit dan buat duit

      “he..he…ngeblog juga katanya juga buat duit mbak… jadi gimana gitu …. 😳 “

    • wira 3:01 am on December 10, 2008 Permalink | Reply

      jaman makin gila, no komen…

      *lha ini kan komen πŸ˜€

      ” beh…nhgelah gen bli wira ney…. πŸ˜† “

    • departa 5:47 am on December 11, 2008 Permalink | Reply

      jaman kalituga aneh dan sulit dimengerti. πŸ˜€

      “yup…setali tiga uang ama jaman kali brantas…he..he..he… semua bisa di berantas…”

    • wulan 3:25 pm on December 13, 2008 Permalink | Reply

      Ary ato Ick?… Aku rasa hal spt ini bisa terjadi di lain daerah. Kamu, aku dan siapapun yang prihatin dengan hal ini, bisa kok merubah sedikit demi sedikit, minimal mengurangi yang menjadi keprihatinanmu. Tentang caranya, tentu kamu lebih tahu…yang penting ada niat untuk berubah dari diri kita sendiri dulu.. Sori, aku nimbrung terlala ehh terlalu jauh yak…

      “ick aja 😎 okay…masukan dari mbakwulan bagus banget dan emang perubahan itu munculnya dari diri kita sendiri bukan karena di paksakan [sok bijak] 😳 “

    • baladika 5:00 am on December 15, 2008 Permalink | Reply

      hidup emang berwarna bos…

      “full color bos…. [bagi yang udah jadi juragan yahhh iya cuman yang masih ngayah sepeertti saya…life is …….”

    • gustulank 10:55 am on December 16, 2008 Permalink | Reply

      Apa Bali perlu Generasi muda Radikal (Hindu Garis keras) ??

      Atau sedikit demi sedikit kita gali esensi luhur kemanusiaan yang diajarkan nenek moyang??

      *Bukan pemikir, jadi cuma bisa nanya..

      hehehe.. Salam kenal ya…

      “hindu garis keras??? :think: kalau emang perlu kenapa tidak… πŸ˜† “

    • agoenk lanank 5:54 am on January 2, 2009 Permalink | Reply

      Yik, pa kabar?

      Saya pindah domain menjadi http://agoenklanank.co.cc

      Save ya n lancong kesana, tapi masih kosong lho…

      “meluncur ke t ka peh “

    • suryacx 5:39 am on January 6, 2009 Permalink | Reply

      wah…. kita jangan ikut2 garis keras deh….

      takwa penting tapi jangan fanatik….

      πŸ™‚

      “setubuh…. eh setuju boz… πŸ˜† “

    • baliazura 11:51 pm on January 16, 2009 Permalink | Reply

      seperti nya dilema seperti itu juga terjadi pada saudara kita yg beragama lain dan bahkan yg beragama di KTP aja

      “ups… agama ktp? seperti apaan tuh? πŸ˜† “

    • fajarseraya 9:19 am on January 19, 2009 Permalink | Reply

      salam kenal ya brooo….sesama blogger bali

      ” 😎 yup… keep posting.. sesama street eh…sesama nyama bali he..he..he… thx dah main kesini…”

  • arydwantara 3:31 am on November 20, 2008 Permalink | Reply  

    Check this out… 

    pahlawan atau?

     
    • ekads 4:47 pm on November 20, 2008 Permalink | Reply

      hmmm…entahlah saya juga tidak tau..
      apakah beliau seorang pahlawan atau bukan.

    • wira 4:43 am on November 21, 2008 Permalink | Reply

      no comment πŸ˜€

      “yang penting nulis bli… πŸ˜† “

    • jadul 6:04 am on November 21, 2008 Permalink | Reply

      keren banget tuh…
      “makasieh…”

    • info resep 6:06 am on November 21, 2008 Permalink | Reply

      ga tau deh mau ks komen apaan…

      “he..he.. makasieh komentnya…” πŸ™‚

    • casual cutie 6:09 am on November 21, 2008 Permalink | Reply

      wow…ga tau jg ya…

      “sama…..” 😳

    • devari 8:22 pm on November 21, 2008 Permalink | Reply

      LOL idenya gambarnya keren

      “nyaruang bli… he..he… kalau photo bli dev dimasukin kesana bole 😳 “

    • agoenk03 2:44 am on November 24, 2008 Permalink | Reply

      Yik sory banget waktu ne ga bisa…
      Waktu ne saya sms kok ga bls? marah ya?

      Klo hari minggu depan saya bisa tapi saya sms dulu oc dan dibalas ya biar tahu ada di rumah atau ga oks…

      Wah itu fotonya diambil dari mana ya?

      “weikz??? sms??? 😯 ndak ada sms masuk bro… biasa lah flexi…bukan telepon biasa…kalau minggu dateng ja ick da di rumah kok ndak da acara kemana2 inget gen ngabe voucher 20 ribuan he..he..he…”

    • nono 3:35 am on November 24, 2008 Permalink | Reply

      emm…gambar tempo doeloe… πŸ˜€

      “tapi masih sesuai dengan realita… tul ndak? “

    • gungws 6:44 pm on November 27, 2008 Permalink | Reply

      dilihat dari judulnya, sangat bertanggungjawab!memang beginilah manusia seharusnya!bertanggungjawab terhadap diri! saving private asset!

      gambar2 juga menampilkan kesan yg sangat heroik!dramatik!dan propagandaik!sangat mengharukan!salut! klo gini, saia yakin bisa menang di pinasthika Ad.Fest ataupun di CitraPariwara!
      hahaha…ngwur nih..ngsi comment pagi2..^^

      ” hi..takut akh baca komentnya…ntar ick diwawancarai ma reporter nieh..trus ick terkenal…trus banyak yang nebeng ma ick..terus…terus…terus… πŸ˜† “

    • halopopcom 11:27 am on December 2, 2008 Permalink | Reply

      hmm.. foto yang sangat jadul sekali inget dulu dapat gambar ini waktu belom jaman hotspot, 2001 -an kira2 hehehe

      salam, gungde
      http://halopop.com

      “dapat di sana yah? soalnya ick nemu di kompu temen jadi karena unik makanya ick posting aja…”

  • arydwantara 1:06 am on November 12, 2008 Permalink | Reply  

    Nikah…. 

    Entah sudah berapa kali saya menghadiri upacara pernikahan yang mewah, di gedung mewah, pakaian bagus, perhiasan mahal di tubuh sudah menjadi pemandangan yang lumrah di acara tersebut. Pokoknya keadaan sepertinya melebihi di istana jaman majapahit [he..he.. padahal jaman majapahit gue belum lahir πŸ˜† ]

    Bagi orang yang punya dan mampu, bagaimana mungkin pernikahan anak2nya tidak dilakukan secara meriah dan bergema? Karena bagi mereka pernikahan merupakan salah satu pencitraan keluarga di mata khalayak ramai. Perpaduan insan mempelai dapat di ibaratkan pertemuan dua butir salju di dalam kelopak mawar, sungguh indah dan sungguh menakjubkan. Mungkin tepat sekali kalau di meriahkan karena mungkin menikah cuman sekali dalam seumur hidup [kalau bagi kaum kaum poligami lain he..he… menikah bisa kapan aja dan dimana aja πŸ˜† ] dan mungkin juga pernikahan yang wah juga sebagai wujud terima kasih kepada tuhan dan sekaligus sebagai pengumuman bahwa si Dana dan si Dini telah sah sebagai pasangan suami istri. Menghadiri acara seperti itu tentu membuat saya juga berdoa bahwa si mempelai akan hidup bahagia selamanya sesuai janji yang mereka berdua ucapkan.

    Itulah seklumit pengalaman yang ingin saya utarakan saat mengadiri upacara pernikahan sahabat, putra seorang terpandang di kota Denpasar ini. Namun bukan hanya pernikahan yang wah saja yang pernah saya hadiri, pada saat yang lain saya juga sempat menghadiri pernikahan kenalan di kampung.

    Mempelai wanitanya adalah seorang petani yang biasa menyabit padi di sawah, sedangkan sang mempelai pria adalah seorang penarik ojek di kota Denpasar.

    Saat itu sang mempelai pria memakai kemeja, kamben dan udeng [destar/ikat kepala]. Tidak ada jas, dan keris sebagai perlambang kejantanan. Ia hanya menggunakan pakaian layaknya orang akan bersembahyang ke pura saat odalan [hari suci], sedangkan pengantin wanitanya memakai baju kebaya, kamben dan sedikit bunga di rambutnya. Tidak ada riasan yang wah seperti Bunga Citra Lestari pada waktu akad nikahnya, tidak ada lipstick dan potlot alis, kecuali usapan bedak yang sangat tipis. Tidak ada kemewahan dan keceriaan. Namun detik2 yang berjalan sangat khidmat dan sunguh amat mengharukan serta sangat sakral. Saya sadar saya sedang menyaksikan penikahan sepasang mempelai miskin, tanpa sadar airmata saya meleleh di dalam hati sanubari saya.

    Ketika janji pernikahan di ucapkan dan dilanjutkan dengan natab banten [prosesi upacara pernikahan dengan sembahyang memohon doa restu pada tuhan, leluhur dan alam semesta] saya sepertinya mendengar bahwa kedua mempelai sedang bersumpah setia kepada pasangan masing2 untuk selalu tegar dalam menjalani kehidupan dan meyakinkan bahwa di dalam kemiskinan dan serba kekurangan seperti itu, tidak akan ada halangan dalam dirinya untuk maju dalam mewujudkan cinta menjadi sebentuk kenyataan dalam kehidupan.

    Pulang dari upacara pernikahan yang mengharukan tersebut, saya bayangkan kedua mempelai menikmati madu cinta mereka tanpa pesta dan kemeriahan. Mereka akan tetap berjuang dalam mengatasi penderitaannya. Mereka memutuskan untuk menikah karena mereka yakin dengan cinta masing2 dan ingin menikmati kehidupan seperti orang yang hidup berkecukupan.

    Pasangan mempelai miskin mungkin bukan hanya yang saya saksikan ini, dan mungkin jutaan dan bahkan puluhan juta pasangan yang menikah tanpa pesta dan kemewahan, karena mereka memang tidak mampu, akan tetapi karena mereka hidup di bumi Indonesia, makan tanaman di Indonesia, minum air yang mengalir di Indonesia maka mereka tentu juga saudara kita.

    And the question is : adakah rasa persaudaraan yang tulus dengan mereka?

    Kalau memang ada bagaimana bentuk nyatanya?

    Pernyataan di atas sepertinya sudah pantas menjadi renungan dalam diri kita masing2 dan apakah pemikiran bodoh saya salah? Barangkali kita perlu spirit kepahlawanan dalam bentuk yang segar. Kita memerlukan penataan dan pembangunan budi pekerti yang mengutamakan kebersamaan. Karena rasa kebangsaan yang matang ialah rasa senasib dan sepenanggungan dalam bentuk tindakan nyata. Selamat hari pahlawan…merdeka.

     
    • fenny 9:07 am on November 12, 2008 Permalink | Reply

      wah kemarin nikahnya Gendo malah meriah…. Untung dia masih bawa keris, bukan megaphone πŸ˜€

      “ha..haa.. mbak feny ada2 ja.. [*ngebayangin bli gendo nikah bawa megaphone]

    • nono 2:26 am on November 13, 2008 Permalink | Reply

      saya ikut membayangkan “…kedua mempelai menikmati madu cinta mereka tanpa pesta dan kemeriahan…” πŸ˜€

      “eh membayangkannya jangan pake pikiran yang ngeres yah.. πŸ˜† “

    • okanegara 7:26 am on November 13, 2008 Permalink | Reply

      Menikah??? Hmmm, ntar dulu…..

      “he..he… πŸ˜† “

    • wira 1:09 am on November 14, 2008 Permalink | Reply

      ujungnya ngomongin nikah, akhirnya selamat hari pahlawan, hahahahaha

      “nyak pas bli? πŸ˜† πŸ˜† “

    • sri sugiantari 12:50 pm on November 15, 2008 Permalink | Reply

      oh ini tentang hari pahlawan toch, kirain… hehehehe..
      yah kalo mgomongin nikahnya, emang ga penting seberapa mewah hajatannya, tapi yang paling penting makna dan kesadaran untuk saling setia.
      salam kenal..

      “salam kenal juga….he..he..ini tentang pahlawan yang menikah he..he.. sambil menyelam minum air…dan makna kesadaran untuk saling setianya TOPBGT dech… semoga banyak pasangan yang tertarik untuk melaksanakannya…”

    • agoenk03 2:54 am on November 17, 2008 Permalink | Reply

      Wee yik, jangan-jangan yik yang mau nikah ya?
      undang2 dunkz….ntar kan ada makanan n minuman gratis tuh di rumahnya yik, hahahahaha

      Ingit ya kalo mw nikah undang saya oc…
      πŸ˜€

      “hhua..ha..ha… bukan bos…bukan ane mau nikah..mending kawin aja.. πŸ˜† eh flkash disc gue balikin dunk πŸ‘Ώ “

    • ridu 2:24 am on November 18, 2008 Permalink | Reply

      kalo di jakarta, pernikahan udah kaya bisnis gitu.. jadi gimana caranya biar dari pesta pernikahan bisa balik modal atau bahkan untung gitu..

      “wuih…semua bisa jadi duit…ck..ck..ck… salut buat orang2 yang berpikiran seperti itu…btw kapan nikah du?”

    • zee 1:41 am on November 19, 2008 Permalink | Reply

      aduh sedih ya, terharu melihat org yg betul2 khidmat menghargai pernikahannya. dibanding dgn para artis yg ingin serba wah, tp cuma bertahan 6bln trs cere.

      “ups…memang kta mesti kembali ke sakralnya makna pernikahan”

    • Cadink 4:45 am on November 20, 2008 Permalink | Reply

      Antara Nikah dan Pahlawan πŸ™‚

    • duglag 11:52 pm on November 24, 2008 Permalink | Reply

      test..test..ternyata berhasil… πŸ˜€ πŸ˜€

      “wuih…bangganya…eh ngomong2 berhasil paan yah? pasti berhasil nyolong mangga yah? 😳 “

    • gungws 7:06 pm on November 27, 2008 Permalink | Reply

      wah..semoga mereka bisa langgeng, melewati segala aral lintang bersama!amiin..

      ad yg perlu jasa foto??hehehe..

      ” semoga langgeng…semoga…karena pernikahan sangat sakral dan suci banget maknanya…”

    • giz 7:03 am on December 4, 2008 Permalink | Reply

      adi ing nyambung asane pas durin2ne, de?

      kapan kawin? πŸ˜€

      “entaran gek…masih nyari dewase… πŸ˜† men geknya kapan? “

    • giz 6:54 am on December 5, 2008 Permalink | Reply

      nah kamu be malunan, pang sing mekejang megrudugan nganten… nyan sepi rurung di jumah hahahahaha…

      “ha..ha… iya nyanan sing ade ne nganggur sik jerone giz… πŸ˜† “

    • SULISTYO KURNIAWAN 11:58 am on January 9, 2009 Permalink | Reply

      mama saya sebelumnya minta maaf, saya mau tanya bagai8mana kehidupan rumah tangga saya, yang mana pada saat ini dan sampai detik ini istri saya sudah daftar ke pengadilan agama mengenai gugatan cerai tersebut. yang mana dari ucapan dia bahwa dia sudah tidak bisa hidup bersama dengan saya karena dia sudah tdak cinta / benci terhadap saya, mama sebenarnya saya sudah mengajak berbicara dengan dia mengapa dia ingin ekali bercerai dengan saya dengan alasan sepaerti itu , saya sudah mengajak bicara dari hati ke hati tapi inginnya dia seperti itu

      ” :shock:kalau emang maunya seperti itu..yah mungkin anda memang sudah tidak ditakdirkan buat menjadi pasangan lagi… serahkan semua pada nasib 😦 “

  • arydwantara 6:57 am on November 5, 2008 Permalink | Reply
    Tags: , ciri ciri, kedutan, mistis   

    Makna dari Kedutan 

    Seluruh bagian tubuh berkedut:
    bermakna akan menghadapi banyak urusan.

    Kepala sebelah kiri
    bermakna akan mendapat rezeki besar

    Kepala sebelah kanan
    bermakna akan mendapat pujian orang banyak

    Kening
    bermakna akan mendapat uang atau kebahagiaan

    Alis sebelah kiri berkedut
    bermakna akan bertemu dengan orang yang dicintai, baik keluarga atau orang lain.

    Bila alis sebelah kanan berkedut
    bermakna akan bertemu kekasih

    Kulit mata berkedut sebelah kiri
    bermakna akan bertemu dengan orang-orang tua yang dicintai

    Kulit mata berkedut sebelah kanan
    bermakna anda akan menangis karena akan mendapatkan kejadian yang menyakitkan.

    Daun telinga kiri bekedut
    bermakna akan mendapat kesusahan atau kejadian yang menyakitkan

    Daun telinga kanan berkedut
    bemakna akan mendapat uang tak terduga.

    Pipi sebelah kanan berkedut
    bermakna akan mendapat pekerjaan yang menyenangkan.

    Pipi sebelah kiri berkedut
    bermakna akan mendapat kesenangan dan pujian dari masyarakat.

    Sikut sebelah kanan berkedut
    bermakna akan merasakan jatuh cinta.

    Sikut sebelah kiri berkedut
    bermakna akan bertemu saudara jauh.

    Telapak tangan sebelah kanan berkedut
    bermakna akan mendapat uang yang tidak diduga dalam waktu dekat.

    Telapak tangan sebelah kiri berkedut
    bermakna akan mendapat kesenangan

    Kaki sebelah kanan berkedut
    bermakna akan berpergian jauh

    Kaki sebelah kiri berkedut
    bermakna akan mendapat kesusahan

    Jari manis berkedut
    bermakna akan ada orang yang mengajak tukar cincin.

    questions: kalau “adek” kecil yang kedutan itu tandanya?

     
    • fanari 3:34 pm on November 5, 2008 Permalink | Reply

      “adek” sering kedutan?? maaf saya nggak pahan soal gituan πŸ˜†

      “wa..ka..ka….kalau mau paham soal beginian simak disini aja ” πŸ˜† inget keywordnya ADEK “

    • zee 12:56 am on November 6, 2008 Permalink | Reply

      wadohhh kalo jari manis saya berkedut, gimana tu padahal saya udah bersuami …

      “hati…hati… ada yang mo ngajakin berselingkuh tuch… πŸ˜† “

    • devari 3:29 am on November 6, 2008 Permalink | Reply

      lol pertanyaannya

      “he..he…” 😳

    • pandebaik 4:50 am on November 6, 2008 Permalink | Reply

      adek yang berkedut
      bermakna Mata kakaknya melihat “mangsa” πŸ™‚

      ” πŸ˜† bli pande ngelah gen πŸ˜† “

    • wira 3:28 am on November 7, 2008 Permalink | Reply

      artinya mesti siapin selimut dan tissu

      “yang jelas harus ada yang nemenin… 😳 “

    • suamimalas 4:57 am on November 7, 2008 Permalink | Reply

      ‘adek ‘ kedutan…buru-buru pulang ketemu istri…

      “whua…ka…ka… πŸ˜† minta jatah bozzzzz”

    • chic 6:11 am on November 7, 2008 Permalink | Reply

      ah itu kan mitos πŸ˜†

      “kalau asal jangan usul…kalu usul ndak boleh asal….:lol:”

    • nono 10:39 am on November 7, 2008 Permalink | Reply

      em… sungguh???

      ” suer……” πŸ˜†

    • okanegara 4:44 pm on November 9, 2008 Permalink | Reply

      kedutan ini bahasa neurologinya itu TICK lho, tuh ada ICK nya. lengkapnya TICK FACIALIS. keren namanya, tapi nggak enak banget kalau sudah kena..penyebabnya gangguan saraf tepi ringan karena lelah bisa deh..

      “ada ick nya????? he…he… memang ick itu keren…. he..he…he…thanks inponya pak dokter…kok jarang ngenet sekarangnya ❓ “

    • baladika 12:45 pm on November 10, 2008 Permalink | Reply

      kedutan itu sering ku alami juga bos, dan masih bertanya juga, apa artinya ya πŸ˜€

      “tanya….kenapa….. ??????”

    • Ekads 3:38 pm on November 10, 2008 Permalink | Reply

      Klo si adek sering kedutan ya? Hmmm… Tanya si adek dulu ah, bagian mana yang sering kedutannya. Hehehe…

      “wa…ka….ka… bagian mana yah??????”

    • duglag 1:35 pm on November 22, 2008 Permalink | Reply

      artinya kesemutan

      “[ke ant an] bahasa bali aga nya… oh iya bro sing melik2 jumah o? πŸ˜† “

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel