Updates from June, 2008 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • arydwantara 6:21 am on June 30, 2008 Permalink | Reply
    Tags: agama, aliran kepercayaan, budha, hindu, islam, kristen   

    Sesuatu yang bernama AGAMA… 

    Agama… haruskah semua orang memilikinya? Apakah semua orang di Indonesia sudah beragama? Dan apakah semua pemeluk agama [di Indonesia] telah melakukan kewajiban yang diajarkan oleh agamanya? πŸ™„

    Ah, pertanyaan ini timbul saat saya membaca salah satu berita di harian bali post yang mengatakan β€œ hakim bingung saat salah satu saksi mengatakan dirinya tidak beragama” . Mungkin kalau di Indonesia, hal itu sangat jarang dan bahkan hampir sangat tidak ada orang yang tidak memeluk salah satu agama yang di sediakan. Bahkan dulu saat masih jamannya orde baru sedang jaya2nya, label komunis sangat gampang di cap pada orang tersebut, dan bisa2 di culik oleh aparat lalu menghilang entah kemana… yah komunisme sangat di larang d Indonesia ini dan sangat di benci oleh pemerintah orde baru, banyak orang yang hidupnya tersiksa, dikucilkan dan di beri cap tidak bersih lingkungan jika di ketahui menganut atau berhubungan dengan orang yang di cap sebagai komunis. Pokoknya komunis identik dengan musuh tuhan dan sangat gampang menyalahkan orang yang bercap komunis, walaupun sebenernya para penganut paham komunis itu adalah orang yang ada di tempat dan waktu yang salah pada jaman itu. (More …)

    Advertisements
     
    • proletarman 7:31 am on June 30, 2008 Permalink | Reply

      sejarah lahirnya agama kan karena ingin berontak dari ajaran animisme dan dinamisme yang mereka anggap tidak sesuai (baca kejam). Berarti sah saja kalau agama sebentar lagi akan ditinggalkan karena tidak sesuai lagi dengan kemanusiaan (bukan agamanya yg tidak sesuai, tp pengikutnya). Saya sih yakin bahwa keyakinan itu akan dinamis dan berubah sesuai jaman..Nenek moyang kita menganut animisme dan dinamisme, dilanjutkan dengan agama, dan mungkin selanjutnya agama akan digantikan oleh spiritualisme..

      “betul juga…mungkin suatu saat nanti kita akan mengganti agama dengan keyakinan individu, kan lebih bersahabat kedengarannya…”

    • Arie 8:12 am on June 30, 2008 Permalink | Reply

      wadaww berat nih topiknya …

      eniwei yang pasti agama tidak bisa dipaksakan. siapapun itu tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain untuk meyakini apa yang tidak diyakininya.

      “seratus buat mbok saya yang satu ini… selama kita enjoy kenapa tidak… kan gitu mbok? “

    • hilda 9:21 am on June 30, 2008 Permalink | Reply

      hmm,,gw sebenernya juga ga suka kok dengan agama. sering agama justru jadi batu sandungan buat orang2. agama menurut gw hanya sebatas tentang liturgi dan temen2nya.

      emang kita ga cukup dengan beriman aja yah?

      “whuih… saya ndak berani jawab mbak…dan kayaknya kita kembalikan ke individu masing2 untuk menjawabnya…”

    • Rita 9:24 am on June 30, 2008 Permalink | Reply

      Iya disini ada beberapa karyawan tidak beragama tpi bukan berarti mereka penjahat…..
      Mengenai faham diesme, baru tau πŸ™‚
      Iya, saya juga seorang Muslim tpi gak pernah setuju yg namanya bom bali, merasa paling benar dll….:D

      “makasih… pada prinsipnya tuhan menciptakan agama untuk mengajarkan umatnya agar saling kasih mengasihi… bener kan? “

    • ekads 11:40 am on June 30, 2008 Permalink | Reply

      entahlah sebenarnya ada apa dengan agama di indonesia ini….

      “entah…semua masih kabur…dan semakin kabur…”

    • tony 1:17 pm on June 30, 2008 Permalink | Reply

      Hm… tentu akan menghasilkan perdebatan panjang jika mendiskusikan masalah yang masih dianggap sensitif dinegeri ini.

      banyak ajaran tentang bagaimana kearifan dan kebajikan didalamnya, tapi begitulah, banyak yang tidak mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari, ritual, tapi nol besar.

      lantas seberapa ajaran kebajikan itu akan kita beri harga, saya ndak tahu, ketika orang lain beda, mereka langsung bilang kafir, atheis dan halal darahnya untuk ditumpahkan, ngeri!

      Seolah-olah kita membela Tuhan, padahal sungguh gombal!.

      semoga komen saya tidak disalah artikan sama yang lain.

      Duh..kenapa komen saya kok sok serius gini yah

      “wuih…serius banget… semoga prinsip STMJ tidak berlaku di indonesia”

      *STMJ [Sembahyang Taat Maksiat Jalan] cenkblonk mode: on πŸ˜†

    • ghozan 1:38 pm on June 30, 2008 Permalink | Reply

      wah kali ini tulisannya bener2 dalam bli. kalo saya sih agama itu bukan untuk gaya2an tapi untuk dihayati karena kita memang percaya dan yakin terhadap adanya tuhan. agama itu hanya merupakan suatu jalan buat kita untuk tambah meyakini keberadaan-Nya. di luar negeri memang banyak orang yang menganut paham deisme ini, karena mereka tidak fanatik terhadap satu agama maupun anti terhadapnya. yang jelas mereka percaya bahwa harus ada sesuatu kekuatan besar yang mampu untuk menciptakan alam semesta bersama isinya. agama itu adalah pribadi, jangan sekali2 mencoba untuk memaksa orang untuk menganut suatu kepercayaan karena itu adalah penjajahan terhadap hak asasi manusia.

      ” yah..seandainya di indonesia orang2nya pada ngerti akan kebebasan beragama yah bli ghozan, dan bukan kebebasan sempit seperti yang terjadi sekarang ini…”

    • devari 6:24 pm on June 30, 2008 Permalink | Reply

      kita bangsa indonesia selalu ‘sibuk’ beragama dan mengagamakan orang lain..jadinya ga maju2. sebagian besar dari kita beragama karena dilandasi rasa takut atau rasa malu, takut karena kena sanksi tuhan dan juga malu dg sesama..jadinya ya begitu penuh pura2.

      “pura di sini maksudnya bukan tempat sembahyang kan bli? :mrgreen:

    • Tumik 1:28 am on July 1, 2008 Permalink | Reply

      Hm, ternyata bukan hanya aku dan teman-teman gilaku yang ngegosip tentang agama. Bahkan temenku lebih serem lagi. Dia mau menggugat Tuhan. Lebih parah lagi, aku komporin temen-temen kalo Tuhan keseringan pake MP4, makanya sering nyuekin do’a yang kita minta.
      Tapi, kemarin aku sempet ikut bedah buku tentang agama. Pesen inti yang aku dapet cukup melegakan. Agama adalah privasi yang gak pernah bisa dipaksakan. Kalopun anda beragama, beragamalah sewajarnya. Gak usah lebay..
      Sebab, fungsi agama sebenarnya adalah sebagai katalisator. Atau penyeimbang. Jadi buat mereka yang menjadikan agama sebagai komoditas, alat politik atau bahkan sebagai pemenuh sarat dapet jodoh :)bisa diajak diskusi lebih jauh lagi..

      “ayo temen2 BBC kita kopdar…kita diskusi masalah agama…”

    • penyu 1:33 am on July 1, 2008 Permalink | Reply

      Semua agama sebenarnya mengajarkan hal yang baik, cuman manusianya aja terkadang ada yang bego (termasuk saya T_T )yang mengkotak-kotakan seseorang /sesamanya berdasarkan agama atau menggunakan kedok agama sebagai pembenar tindakannya, sebenarnya sih kalo mau enak ya enjoy aj, kan ntar pertanggung jawabannya kalo dah mate πŸ˜€
      ” bener juga…ntar sekalian tanggungin n jawabin pas matek…”

    • okanegara 4:25 am on July 1, 2008 Permalink | Reply

      religion is a label only recently. can nowadays religions give us a meaningful spirit for today? for the human life? i`m afraid not. so it does not important to energize yourself with it, but fulfill it with spiritual joy.that`s better. sometimes one said that his religion is the best and others are losers.but he can`t prove it with the peaceful living and logically thinking.in the other hand, one said about he does not choose one of the religion but he help everyone a lot with his both hand. so?

      ” oops… yes thats alright, are we a good looking in god eyes? ❓ “

    • hanggadamai 5:07 am on July 1, 2008 Permalink | Reply

      semua agama mengajarkan perdamaian..

      “ndak mentang2 karena di”nama”nya ada kata damai kan bang?” :mrgreen:

    • edratna 5:37 am on July 1, 2008 Permalink | Reply

      Setiap orang berhak mempunyai kepercayaan masing-masing……dan saling menghormati kepercayaan orang lain.

      “setubuh…eh setuju… no paksaan…”

    • tikabanget 3:44 am on July 2, 2008 Permalink | Reply

      dulu temen sayah pernah bilang.
      agama ituh sebenarnya wadah.
      wadah untuk menyelaraskan manusia buat bisa seimbang sama sekitar kita.
      entah itu Yang Di Atas, ato tanaman, ato hewan, ato lingkungan, ato ke sesama manusia sendiri.

      inti dari tiap agama itu sebenernya sama.

      “ternyata koment mbak tika ndak kebangetan… thanks…”

    • fisha17 8:13 am on July 2, 2008 Permalink | Reply

      hmmm tentang agama ya?? sepertinya pelajaran agama harus tetap diajarkan dari tingkat TK sampe perguruan tinggi sebagai salah satu mata pelajaran wajib. *kayaknya gak nyambung neh :D*

      “boleh juga… asal tidak ujung2nya mendeskreditkan yang minoritas… tul ndak? “

    • via 8:57 am on July 2, 2008 Permalink | Reply

      wah2 gila…salut banget ma komen2nya ternyata banyak juga yang pikirannya “gila” ya… seneng deh..
      soalnya aku juga sama, cuma ya itu aku tinggal di indonesia yang di ktp nya harus cantumin agama seh jadi terpaksa deh he…he.. padahal menurutku itu hanya untuk mempermudah mengklasifikasi kelompok, biar keliatan mana mayoritas mana minoritas yang tentu buntutnya ya ke politis…padahal kalo dah ada unsur politis gak gak murni lagi menurutku…
      seandainya ada agama manusiawi, jadi yang penting bagaimana kita jadi manusia yang manusiawi, aku akan jadi pengikutnya…tapi untungnya Hindu bagiku adalah agama yang manusiawi karena gak ada larangan dan hukuman bagi yang melanggar…that’s why i love Hindu (mohon jangan ada yang tersinggung coz kita sepakat agama adalah urusan yang sangat privasi so ini cuma ejakulasi pemikiranku….)

      “yupz… menyangkut agama adalah menyangkut privasi… kembali ke orangnya masing2, urusan baik ndak baik, jahat ndak jahat, nakal ndak nakal, tanggung aja belakangan kalau udah di panggil ama lord of the world…”

    • ika 10:15 am on July 2, 2008 Permalink | Reply

      aduh topiknya bikin dahi berkerut bro,.hehe

      “mbak ika tambah berkerut tambah cantik loh…”

    • chic 12:18 pm on July 2, 2008 Permalink | Reply

      satu temen saya *yang kebetulan juga tinggal di Bali* juga penganut Diesme.

      One day, dia pernah state ke saya gini: “saya ini memang tidak memutuskan untuk memeluk satu agama pun, karena bagi saya semua agama dasar ajarannya sama. Tapi saya percaya kalo Tuhan itu ada. Jadi, kalo misalnya saya ini selalu berbuat baik, berusaha jadi orang yang benar dan lurus, walaupun saya tidak memeluk satu agama pun, apakah saya tidak pantas masuk surga?

      saya bingung nanggapinnya πŸ™‚

      ” 😦 sampai sekarang saya juga bingung nanggepi kalau ada yang nanya seperti itu…”

    • hanggadamai 12:24 pm on July 2, 2008 Permalink | Reply

      sepertinya sih krn namaku πŸ˜†

      “whua…ha..ha… jangan ge..er..loh… πŸ™‚ “

    • okta sihotang 1:50 pm on July 2, 2008 Permalink | Reply

      perlu dong….A (tidak) + GAMA (kacau balau) so, biar nggak kacau balau maksudnya..

      “nyambung juga yah… 😯 “

    • imcw 12:23 am on July 3, 2008 Permalink | Reply

      Itulah ironisnya hidup di negara abu abu, sekuler tidak, agamapun tidak. Semua serba tidak jelas.

      “jelasnya abu..abu… bos… 😳 “

    • ew 7:28 pm on July 3, 2008 Permalink | Reply

      bicara soal agama, adalah bicara soal pribadi satu individu dengan Tuhannya. Tapi kenyataan di negara kita ya seperti yg sudah kamu posting di atas.

      ” tanya kenapa?????”

    • anton 8:53 am on July 7, 2008 Permalink | Reply

      hehe, begitulah, bli. agama seringkali malah jd masalah di sini. mungkin krn kita meliatnya sbg alat pembeda, bukan menyatukan. makanya kalo liat orang beragama lain itu malah spt lihat setan. aneh..

      ” wekz….kayak melihat setan?…. ih..syerem… btw thanks istilah “ahmoodiyah” nya sudi tak pinjem…”

    • desy 3:43 pm on July 11, 2008 Permalink | Reply

      tulisananya ok juga tuh.
      saya malah berpikir agama itu mengkotak-kotakkan manusia.
      kalaupun agama itu memang harus menjadi bagian dari hidup kita, biarlah itu menjadi urusan pribadi kita dengan Tuhan yang tidak perlu diganggu gugat oleh orang lain atau dipublikasikan di KTP dan berbagai kartu identitas lainnya.
      lagi pula saya yakin, jikalau suatu saat kita bertemu Tuhan, maka Tuhan tidak akan menanyakan mana KTP mu, saya mau tau agama mu.
      saya cukup yakin Tuhan Maha Tahu, tanpa harus kita kasih tahu mengenai agama kita.
      Gimana???

      “setuju mbak desy…biarlah urusan kita ama tuhan adalah urusan pribadi kita, yang jelas ntar pertanggungan jawaban ama beliau aja… jadi ketawa nih baca tulisan [tuhan tidak akan menanyakan mana ktp mu]… kesannya tuhan itu petugas trantib yang lagi nyiduk penduduk liar… πŸ˜† πŸ˜† “

    • lovepassword 9:51 am on August 10, 2008 Permalink | Reply

      So? Apakah kolom agama di KTP tidak perlu atau ? Ide yang lain mungkin?

      “saya kira tidak perlu, karena itu mungkin hanya dapat meng kotak2 kan kita saja “

    • DEJA AJUP 1:23 pm on August 12, 2008 Permalink | Reply

      Menurut saya mending kt pikirin deh, tuhan itu awalnya menciptakan manusia dilengkapi dengan alam semesta jadi tuhan memberikan kesempatan kedunia untuk melakukan yadnya yang sudah disedeiakan dialam ini. ya agama si kendaraan ja buat kita untuk mempermudah n jadi pedoman untuk beryadnya. sama kalo ingin jadi pejabat kan kendaraanya partae biar mudah gitu deh…
      Anjuran saya baca kitab2 masing2 deh walopun jalnya beda tapi tujuanya sama kan. gak usah agama dijadikan alat kekerasan. nanti kita juga bakaln ketemu di neraka ato masuk surga barengan. tapi saya harap kita bisa masuk kerjaan tuhan untuk slama2nya okay?

      “gue setuju dengan apa yang lo bilang…. dan sampai ketemu di kerajaan tuhan yah… πŸ™‚ “

    • DEJA AJUP 1:29 pm on August 12, 2008 Permalink | Reply

      Menurut saya mending kt pikirin deh, tuhan itu awalnya menciptakan manusia dilengkapi dengan alam semesta jadi tuhan memberikan kesempatan kedunia untuk melakukan yadnya yang sudah disediakan dialam ini. ya agama si kendaraan ja buat kita untuk mempermudah n jadi pedoman untuk beryadnya. sama kalo ingin jadi pejabat kan kendaraanya partae biar mudah gitu deh…
      Anjuran saya baca kitab2 masing2 deh walopun jalnya beda tapi tujuanya sama kan. gak usah agama dijadikan alat kekerasan. nanti kita juga bakaln ketemu di neraka ato masuk surga barengan. tapi saya harap kita bisa masuk kerajaan tuhan untuk slama2nya okay?

  • arydwantara 4:43 am on June 27, 2008 Permalink | Reply
    Tags: malu, ngintips, voyeour   

    Saya cowok P3ngintips… 

    Wakz … 😳 .judul diatas saya kira cocok dengan kenyataannya, ya, saya akui saya seorang pengintip 😳 namun jangan berburuk sangka dulu, yang saya intip bukan belahan, segitiga pengaman, dan yang berbau porno [gimana baunya si porno yah? πŸ™„ ]. Tapi saya ngintip temen yang lagi asik mengedit photo. Kayaknya professional gitu….

    Berhubung saya juga hobby mengedit photo [tepatnya sieh menghancurkan 😎 ] saya perhatiin apa aja tool yang dia pake buat kreasinya.

    Tapi tangannya itu… cepet banget dalam geraknya. Saya yang sedari tadi [niatan] maunya mengintip jadi pangling, bingung… tool yang mana yang mesti di gunakan, mau nanya segan…. [jaga gengsi tepatnya 😎 ] karena saya tidak berpegang dengan pepatah β€œmalu bertanya sesat di jalan” tapi saya kukuh dengan prinsip saya β€œsering bertanya malu-malu in” 😎 (More …)

     
    • ick 6:18 am on June 27, 2008 Permalink | Reply

      • abiez.. mosting ngintip tetangga sebelah ach… 😳
    • ekads 6:30 am on June 27, 2008 Permalink | Reply

      wah kaden nak cowok pengen tips
      πŸ˜€ ternyata cowok tukang contek :mrgreen:

      “ternyta oh ternyata… “

    • Arie 6:40 am on June 27, 2008 Permalink | Reply

      weee bagi dong contekannya *nyiapin kertas bolpoint dan poto* πŸ˜€

      “ntr, ngintip mbok arie ah… pas mendaki gunung agung part two… πŸ˜† “

    • budarsa 6:46 am on June 27, 2008 Permalink | Reply

      ngintip memang lebih seru daripada …

      “melihat langsung……………!!!!!!!!!!! wa……..bli komang ketahuan suka ngintip… πŸ˜† “

    • realylife 9:23 am on June 27, 2008 Permalink | Reply

      wah jadi malu nich , soale dah mikir yang negatif
      maaf ya , mau pergi dulu yaks


      “kena dech… :mrgreen:

    • ghozan 11:32 am on June 27, 2008 Permalink | Reply

      untung bukan ngintip yang nggak2, ntar bisa kelilipan tuh… πŸ˜›

      “he..he… kelilipan ndak, bintilan iya…” :p

    • ubadbmarko 12:06 pm on June 27, 2008 Permalink | Reply

      Jangan suka ngintip, ntar belekan lho.

      “he..he… πŸ™‚ “

    • okta sihotang 1:10 pm on June 27, 2008 Permalink | Reply

      wagh….tukang intip yak…
      kaburrrrrrrrr

      ” mas okta mau diintips? ” πŸ˜‰

    • proletarman 3:18 pm on June 27, 2008 Permalink | Reply

      lg kena morning sickness yah?? kok muntah mulu??

      “iya nieh… ueks…. [tuh kan] :mrgreen:

    • ika 11:02 am on June 28, 2008 Permalink | Reply

      SMA malah kayaknya jaman dulu banget,terus jadi SMU terus jadi SMA lagi,,hehhe

      “tanya yang mana? mode sampoerna *on ” πŸ˜†

    • tony 11:29 am on June 28, 2008 Permalink | Reply

      ngintip, nggak positif nggak negatif selalu bikin ketagihan

      “jadi intinya apa bro? “

    • okanegara 5:12 pm on June 28, 2008 Permalink | Reply

      wah, kirain ngintip beneran..baru saja mau nulis buat postingan tentang peeping tom atau voyeurism, kebiasaan mengintip orang mandi dan orang ML melebihi keinginan untuk ML itu sendiri…ditunggu saja.

      “asiek nieh… di tunggu bos…”

    • devari 5:46 pm on June 28, 2008 Permalink | Reply

      mengintip adalah manusiawi πŸ™‚

      <strong>“salah satu tukang intip yah? “ πŸ˜‰

    • rafaeltrisno 7:36 am on June 29, 2008 Permalink | Reply

      wah..awas tuh..matanya bengkak kalo sering ngintip…he.he.he..

      (tp bagi2 dunks yang di intip ;))

      “mau…ketik c [spasi] d kirim ke 9454 di situ di bagiin tip2 mengintip yang baik dan benar…” πŸ˜†

    • fenny 10:06 am on June 29, 2008 Permalink | Reply

      ry, kalo ada kopdar BBC kabar2in yaaaa.. pengen ikutannnnnnn

      “okay….di tunggu…”

    • anton 3:37 am on June 30, 2008 Permalink | Reply

      kalo aku ngintip blog orang saja. πŸ˜€

      “he..he..he…boleh juga… “

    • nenyok 12:49 pm on June 30, 2008 Permalink | Reply

      salam
      tiap hari gw juga suka ngintip, ngintip blog orang he..he.. dan klo ga ku ku gw seruduk aja tuh, ya nyeruduk buat nyamfah he..he..

      “kalau ngintip yang lain, bisa tiap hari juga ndak? πŸ˜† “

    • tukangobatbersahaja 7:59 am on July 2, 2008 Permalink | Reply

      saya juga lagi ngintip πŸ˜‰

      “ngintipz sama2 yukz? “

  • arydwantara 6:07 am on June 25, 2008 Permalink | Reply
    Tags: 3, alasan, istri, nikah, suami, takut   

    3 alasan krusial 

    Ada 3 alasan kenapa manusia itu ada yang beranggapan sulit dalam menemukan pasangan atau jodohnya, dan alasan yang paling umum dan paling banyak diungkapkan adalah……………………………..

    1. Ga bisa memilih
    Ini adalah alasan yang paling banyak dipakai para pria, di early quarter life crisis 24-29 tahun, selepas kuliah dan mendapatkan pekerjaan. Biasanya pada stage ini, si pria memiliki 3-4 orang kandidat yang datangnya dari: teman kantor, adik kelas, rekomendasi orang tua dll dkk, yang kadang bikin si pria arogan. Ah cari pasangan gampang kok 😎

    Ini adalah titik yang paling β€˜membahagiakan’ pria sekaligus berbahaya, seiring supply dari rekan wanita yang mulai β€˜waspada’ semakin banyak. Akibatnya muncul perasaan tenang (yang berbahaya) bahwa jodoh tidak datang kemana. (More …)

     
    • mangbud 8:23 am on June 25, 2008 Permalink | Reply

      4. gak ada yang mau alias tidak laku di pasaran. πŸ˜€

      ” judulnya ntar tak rubah ah… 4 alasan krusial bla..bla… ” πŸ˜† :mrgreen: 😳

    • proletarman 8:31 am on June 25, 2008 Permalink | Reply

      klo karena ga ada yang memilih gmana?? Kan tetep aja repot…Mungkin turunkan standar yak hehehehehhe

      ” standar tetap…. namun incaran di turunkan standarnya….” :mrgreen:

    • duglag 8:55 am on June 25, 2008 Permalink | Reply

      alasan no 1: kyknya boleh jg, ditambah lg tetangga, orang yg salah no pas nelp, tp koq kesannya asal bernyawa ya
      no 2: “saya” perlu diralat, ciri2 yg ga meyakinkan..he..he
      no 3: terima ‘apa ada-nya’ dan berkepribadian, ga terlalu muluk khan (jujur itu mahal!)

      πŸ™‚ πŸ™‚ peace

      ” yoi, jujur itu mahal… tapi lebih mahal yang di handphone shop…” wakaka……. πŸ˜†

    • giz 9:05 am on June 25, 2008 Permalink | Reply

      setelah 21 taon menjomblo, akhirna kanggoang masih metunangan ajak timpal chatting… tp akhirnya awet je ampe skr…
      ku ga pilih2 n untungnya dpt yg berkomitmen (bgt!) tp masih ada ketakutan yg ga perlu (ato perlu ya?)… pasti dilarang2 ma ortu…biasalah.. masalah kasta πŸ˜€ peace.

      “oh… jadi temen chatt yah cownya… cie… giz pacaran gitu loh… [akhirnya pacaran juga ” mode trans tipi* on] hi..hi..hi… jadi seneng dengernya… tapi kalau masalah kasta, berat juga, tapi kalau di omongin secara baik2 ortu bakalan ngerti deh… asal jangan pake esmosi pas jelasinnya… cinta kan buta? apalagi kalau pas mati lampu… wa..ka…ka.. πŸ˜† ”

    • okanegara 12:28 pm on June 25, 2008 Permalink | Reply

      tapi, tidak memilih pun juga adalah sebuah pilihan lho.

      “akh… pak dokter paling bisa aja…”

    • ogi 4:56 pm on June 25, 2008 Permalink | Reply

      gmn kl beneren gampang milih, tapi yang mau di pilih ga ada, kl pun di pilih jg pada ga mau, heheh

      ” ntar gw buatin postingan #3 alasan krusial ndak di pilih menjadi pasangan # πŸ˜† “

    • Yanuar 2:00 am on June 26, 2008 Permalink | Reply

      lengkap…
      tulisan ini ditujukan kesiapa yah.??
      hi.hi.hi..

      ” hi..hi..hi… buat siapa yah enak bli? ” πŸ˜†

    • tc 3:05 am on June 26, 2008 Permalink | Reply

      wah saya dulu pernah tu ngalamin yang no #1.. hihihi..sampe ada jadwalnya hari ini pergi ama sapa..besok ama sapa..
      jgn sampe ketauan, kalo gak mo dicap cewek kegatelan
      ekekekekekekek
      πŸ˜€

      ” wa..ka…ka..
      o..o…kamu ketauan… cewek gatelan πŸ˜† ”
      mode mattaband *on

    • ekads 10:23 am on June 26, 2008 Permalink | Reply

      nah klo anda sendiri termasuk yang mana?
      πŸ˜€

      ” saya masuk kategori yang kesembilan… πŸ˜† , tapi kayaknya belum ada, mau ditambahin ndak? “

    • ika 2:38 am on June 27, 2008 Permalink | Reply

      wehehehe alasan yang nomor 3 saya banget tuh,,iya saya belum mau kawin tapi bukan karena mau sekolah ke inggris,,boro2.. ;p

      “mbak ika ndak mau merrit mungkin karena ndak mau berbagi uang komisidari ngeblogg πŸ˜† ” πŸ˜†

    • ghozan 11:44 am on June 27, 2008 Permalink | Reply

      yang penting kalo hati sudah cocok ya sikat aja bro…

      “betul… yang penting bernyawa… :mrgreen:

    • kusmadi 12:55 am on July 3, 2008 Permalink | Reply

      he he he he , betul juga….go ahead……kawin aj

      “wa…ka..ka… hajar bleh… πŸ˜† “

    • natazya 1:24 pm on July 7, 2008 Permalink | Reply

      hiks hiks hiks

      lelakiku semoga inget buat ngajak nikah buru buru…

      AMIEN

      “Rais….eh…salah… tak bantu doa yah mbak yah…”

  • arydwantara 4:52 am on June 20, 2008 Permalink | Reply
    Tags: , dejavu, khayalan, mimpi   

    DE JAVU 

    Teman teman lunatics ada yang pernah mengalami sesuatu yang sepertinya sudah pernah kita lakukan namun pada kenyataannya kita belum pernah berbuat yang seperti itu. Pernah tidak? Kalau pernah itulah yang namanya DE JAVU.

    Pasti sahabat semua tidak asing dengan istilah itu dan mungkin pernah mengalaminya, misalnya saat anda sedang membayangkan bertemu dengan sahabat lama dan tiba2 orang itu muncul di depan kita, atau saat anda sedang berkumpul dengan keluarga atau sahabat dan tiba2 anda merasa seseorang teman akan melakukan sesuatu dan dalam beberapa saat teman anda memang melakukan sesuatu yang ada di dalam pikiran anda.

    Ya, itulah yang dinamakan dengan DEJAVU, suatu moment yang sejara jelas dapat kita lihat entah itu masa depan atau masa lalu. Biasanya sih saat kita sedang bengong atau sedang mimpi bayangan itu bisa semakin jelas terlihatnya, sehingga pengalaman yang sedang kita rasakan, akhir atau endingnya bisa kita tebak, sehingga kita dalam hati sering berguman β€œ kayaknya pernah terjadi tapi dimana yah? ”.

    Sebenarnya semua orang memiliki kekuatan supranatural dalam dirinya masing2 namun itu semua tergantung kadarnya. Ada yang berkadar tinggi dan ada yang berkadar rendah

    Contoh yang berkadar rendah ialah saat kita di jalan kita ingin makan nasi goreng kambing, namun baru di cek ternyata uang di dompet hanya cukup buat ongkos pulang naik ojek, namun sesampainya di rumah ternyata ibu masak nasi goreng kambing. Dan lagi satu biasanya dialami oleh togel mania yaitu pas tidur dia bermimpi seorang kakek2 memberikan number cantik buat di pasang, dan keesokannya saat dia pasang number cantik itu dia tembus 4 angka.

    Nah itu contoh yang energi spiritualnya kelas kacangan alias rendah namun yang energi spiritualnya tergolong MAKNYUS… ialah [kalau sekarang kan topnya] mama laurent, namun dulu kita punya tukang ramal yang tak kalah top cer yaitu pangeran jaya baya, para peramal itu mengatakan dalam [pandangan spiritualisnya] bahwa setengah pulau jawa nantinya bakalan terendam oleh air [dan boleh percaya atau tidak kenyataannya benerankan ? inget kasus LAPINDO]

    Tapi yang namanya ramalan boleh kita percaya namun segalanya masih misteri dan hanya tuhan yang tahu jawabannya.

    Berikut ini mari kita test kepekaan DEJAVU teman2 pembaca lunatics, yang saya dapatkan dari buku, oleh dokter Alfred L Munzert (More …)

     
    • imsuryawan 4:57 am on June 20, 2008 Permalink | Reply

      saya pernah… kayaknya…

      “saya juga …. sepertinya” πŸ˜†

    • duglag 5:14 am on June 20, 2008 Permalink | Reply

      sama..pernah jg… ;/
      kyknya jg aq pernah baca tulisan ini, ntar pasti di comment ini ada balasannya…

      “ya..iya lah….. masa ya iya donk…mulan aja mulan jamelah bukan mulan jamidonk *mode ruben: on
      ntar kalau ndak di balas, takut ndak dapat jatah dari………… πŸ˜‰ “

    • aRIe 5:20 am on June 20, 2008 Permalink | Reply

      pernah ……..

      ” ah…masa….? ”

    • Chic 2:50 pm on June 20, 2008 Permalink | Reply

      deja vu? sangat pernah ngalamin.. beberapa kali…

      *berharap dejavu kayak denzel washington* πŸ˜›

      ” he..he…he… kalau kayak mama lourent mau ndak? “

    • Zalukhu 4:07 pm on June 20, 2008 Permalink | Reply

      Ko rasanya saya lagi ngisi komentar di blog ini ya… aneh… apa itu dejavu ?
      πŸ™‚ πŸ™‚

      “wa..ka…ka… ini mah…bukan dejavu… malahan kewajiban… πŸ˜† “

    • devari 4:13 pm on June 20, 2008 Permalink | Reply

      wah point a pernah saya alamin.
      dejavu mungkin juga adalah akumulasi pikiran2 bawah sadar manusia yang mengkristal.

      ” yup, mungkin seperti itulah bli yang dinamakan dejavu itu…”

    • utchanovsky 4:18 pm on June 20, 2008 Permalink | Reply

      saya selalu nyaman tidur di mana saja, apakah ini de javu juga???

      “mungkin bro… tapi kadarnya sedikit banget dan faktor mata yang lebih berperan” πŸ˜†

    • nenyok 2:44 am on June 21, 2008 Permalink | Reply

      Salam
      spertinya semua poin2 itu pernah saya alamin.. hmm apakah aku?? πŸ˜€

      ” mungkin….” πŸ™‚

    • fenny 4:37 am on June 21, 2008 Permalink | Reply

      seringgg kalo dejavu. bahkan ampir tiap hari. saya malah mikirnya “wajar ga sihhh ngerasa dejavu tiap hari?” wong dalam sehari bisa-bisa 2x ngrasain dejavu “lhooo kayaknya pernah deh kejadian gini”, “lho kayaknya pernah deh ngomong gini”… ada yang bilang sih katanya itu pernah terjadi dulu sebelum kita reinkarnasi. tapi gila aja, orang uda mati kan ga inget apa2 lg *istilahnya uda dilupakan ama hal2 duniawinya*

      ” orang mati hidup lagi…. wa…ka…ka… πŸ˜† “

    • Zalukhu 4:53 am on June 21, 2008 Permalink | Reply

      Weks kewajiban yang dipaksakan hehehehe…..
      Omong2 dejavu jadi ingat lagunya Beyonce hehehe

      ” dasar…. πŸ˜† “

    • ghozan 12:28 pm on June 21, 2008 Permalink | Reply

      wah sering banget ngerasa seperti ini, terutama kalo menjalani hari yang sepertinya sudah pernah dijalani karena kejadian2 serasa sudah pernah terjadi…

      ” bli kalau lagi dapet duit pernah ngerasa de javu ndak? πŸ˜† “

    • Kambing 1:46 pm on June 21, 2008 Permalink | Reply

      Saya juga sering tuh ngalaminnya. Saya pikir saya dah gila, mas. Ternyata nggak yah.. πŸ˜€

      ” πŸ˜† “

    • yudi 11:29 pm on June 21, 2008 Permalink | Reply

      saya beberapa kali mengalami dan selalu heran ko bisa begitu πŸ™‚

      “indra keenamnya perlu diasah… bro…”

    • Deddy 1:04 pm on June 22, 2008 Permalink | Reply

      Saya pernah mengalami dejavu sekali… dan sampai sekarang saya cuma bisa mengenang hal itu sebagai sebuah “keajaiban” kecil… πŸ˜‰

      “cieh…kecil nih ye…”

    • ika 11:44 am on June 23, 2008 Permalink | Reply

      wah, tesnya kok hampir semua jawabannya enggak. tapi kalo melakukan sesuatu, trus sepertinya pernah mengalami kejadian itu sih sering. bahkan saya pernah merasa melihat suatu barang di pajang di suatu etalase, rasanya saya benar2 memasuki toko itu, saya inget2 kejadian seharian itu, tapi saya g pernah pergi ke toko itu. aneh banget. saya sampe bingung itu mimpi apa kenyataan…

      btw, salam kenal , yak!!

      ” itu pun gejala dejavu tingkat rendah ka… “

      salam kenal juga

    • agills 11:04 pm on June 23, 2008 Permalink | Reply

      De javu, saya sering banget ngalami yang kayak gn…g tau kenapa.ada unsur gaibnya g yah???

      “mungkin….”

    • Tumik 8:12 am on June 24, 2008 Permalink | Reply

      Bagi yang belum pernah ngalamin poin-poin di atas kira-kira bermasalah gak ya? Kok rasanya aku belum pernah ngalamin sama sekali seh? Apa mungkin kelainan yach? πŸ™‚

      ” bukan kelainan melainkan keanehan… πŸ˜† “

    • baladika 10:57 am on June 24, 2008 Permalink | Reply

      saya juga pernah tuh, tiap hari dejavu kalo liat cermin. kayaknya wajah yang di cermin pernah liat, dimana gitu.. artis atau bintang iklan gitu deh πŸ™‚

      “wekz….. bintang iklan?, yah deh brow… kan masuk blog seleb nieh…. 😳 “

    • via 12:19 pm on June 24, 2008 Permalink | Reply

      sering banget ngalaminnya walau biasanya hanya berlangsung beberapa detik..

      “wah… mbok via ada bakan nieh jadi paranormal…. ganti blognya mbak jadi normalorganizer… πŸ˜† “

    • jiwakelana 3:15 pm on June 24, 2008 Permalink | Reply

      Kayaknya aq dah pernah mampir kemari, tp kapan ya..? Heheheee.. de javu juga neh..

      “kayaknya juga pernah baca koment ini, tapi dimana yah? ❓ “

    • ichanx 4:17 am on June 25, 2008 Permalink | Reply

      kok gw banyakan ngejawab “tidak” ya? apa emang gak bakat jadi paranormal? hihihi

      ” mungkin yah… atau cocoknya jadi PARASELLING ” πŸ˜†

    • Gung De 4:28 am on July 3, 2008 Permalink | Reply

      Wah, baru tau saya arti DEJAVU. tapi apa ada hubungannya dengan six sense ya?

      “yah…kurang lebih seperti itulah bli gungde…”

    • minori 5:16 am on August 16, 2008 Permalink | Reply

      kayaknya smua orang pernah deh ngalamin!n gue sendiri ngangap itu gak penting.

      ” is okay …. namun kalau suatu saat anda merasa sedang merasakan hal yang pernah terjadi maka tolong ingat pernah membaca di blog saya… he..he..he… “

    • adi 2:34 pm on September 17, 2008 Permalink | Reply

      teman saya sering bilang de javu2 gitu, kali dy pernah ya ngalami?
      “bisa yah dan bisa tidak….”

  • arydwantara 4:12 am on June 16, 2008 Permalink | Reply
    Tags: , , pernak pernik   

    Pernak pernik Kematian 

    Tadi sore pas nonton tipi di trans tujuh, saya nonton acara yang lumayan bikin kaget. Gimana ndak kaget, alna di jaman yang serba aneh ini apapun bisa di jadikan lahan bisnis yang menguntungkan. Ndak peduli bisnis itu berjalan pas saat orang lagi seneng atau lagi susah.

    Bisnis aneh yang saya maksud disini adalah bisnis β€œpernak penik kematian” [semisal peti mati, ambulance, lahan kubur dan sebagainya] kenapa saya bilang aneh karena logika aja, pas orang lagi sedih2nya ditinggal ama keluarga yang di cintainya, para pengusaha pernak pernik tersebut malah mengais keuntungan yang sangat besar karena sebagaian masyarakat Indonesia masih percaya sama tahayul yang mengatakan pamali kalau kita menawar harga pernak pernik kematian tersebut dengan alasan nanti sang almarhum bakalan tidak tenang di alam sana [emang kalau udah mati masih bisa merasa ndak tenang ❓ bukannya tenang2 aja pas di makan ama penghuni tanah?]. itulah orang Indonesia yang masih hidup dengan budaya tahayul. [seratus tahun tahayul nasional] :mrgreen: (More …)

     
    • duglag 8:13 am on June 16, 2008 Permalink | Reply

      ntar ada prosesi kematian dg cara dikremasi, setelah dibakar, abunya dibuang ke laut, makin luas abunya nyebar di laut makin mahal (kalee..!!)
      btw..nonton ga blg2 ya πŸ‘Ώ

      ” ada2 aja… lo emang…. πŸ˜† “

    • anton 9:35 am on June 16, 2008 Permalink | Reply

      waah, kalo aku yg dijadiin bisnis, ntar arwahku tak suruh cari mereka aja. πŸ˜€

      “ayok…serbu mereka bos…btw kapan matinya? πŸ˜† “

    • penyu 11:09 am on June 16, 2008 Permalink | Reply

      waduh makin sinting aja ni dunia, btw kalo tanah pekuburan semakin menipis gimana ya ?

      jadi inget slogan indonesia bangkit :

      Senang karena melihat orang lain senang,
      tambah senang melihat orang lain susah wekekekek

      ” hah…ada slogan yang kayak gitu yah? “

    • devari 1:54 pm on June 16, 2008 Permalink | Reply

      bukankah ada tempat pemakaman umum yg gratis?

      ” yo’i…ada sieh…cuman ndak semuanya bisa gratis bli…”

    • via 3:16 am on June 18, 2008 Permalink | Reply

      mw mati aja susah ya… he…he…
      kalo gitu aku ganti haluan usaha aja ah gak jadi ngurusin wedding orang soalnya kalo wedding belum tentu semua orang bakal nikah tapi kalo ngurusin mati orang, tiap orang kan pasti mati kan ya??? he…he..

      ” boleh mbok… inget ganti namanya pake “TEWAS ORGANIZER”… πŸ˜†

    • rafaeltrisno 7:18 am on June 18, 2008 Permalink | Reply

      keknya prospeknya besar juga ya..maulah, pindah bidang nieh…he.he.he,

      “joint venture ama saya mau ndak mas? “

    • fenny 7:59 am on June 18, 2008 Permalink | Reply

      memang banyak tanah pemakaman sistem berbayar. bukannya memang orang mati punya penanggung/ahli waris yang harus membayar pajak? menggunakan tanah pemakaman itu kan juga termasuk dalam pembelian tanah. harga yang berbeda itu karena fasilitas berbeda pula. boleh aja tanah pemakaman gratis, tapi beberapa tahun ke depan areal itu akan diurug dan diganti dengan lahan yang baru alias dibongkar. tentunya pihak keluarga ga ingin jasad itu hilang atau digusur (sekalipun udah meninggal). makanya diperlukan sebuah sertifikat tanah pemakaman pribadi, jadi kita ga perlu bayar biaya sewa tahunan maupun khawatir digusur. kita ini manusia, bukan binatang yang bisa dibuang dimanapun. jadi tentu ada biayanya dong πŸ™‚

      ” wuih…mantaps komentnya… ndak berani nanggapin nech…takut di black list ma fenny…” πŸ™‚

    • hilda 8:12 am on June 18, 2008 Permalink | Reply

      waduh,,ada ada aja.
      tapi gpp juga sih,,kan hidup makin sulit jadi orang juga kudu makin kreatif cari duit

      “mbak hilda ada rencana mau istirahat dalam damai? tenang ntar saya yang ngurusin segala pernak perniknya okeh…”

    • okanegara 10:56 am on June 18, 2008 Permalink | Reply

      di hongkong katanya ada satu apartemen yang disewa mahalll banget juga untuk tempat abu kremasi..

      “pak dokter…. kisara mau buka bisnis kayak gini ndak? tak siapin men lahan pendukung…” :mrgreen:

    • chodirin 3:26 pm on June 18, 2008 Permalink | Reply

      pake ambulans rumahzakat (www.rumahzakat.org) gratis.. n ada di tiap propinsi.

      trus.. kalo pemakaman yg gratis, pulang kampung aja di jamin 100% gratis

      “yei…. di kampung saya bayar juga mas… bayar nasi kalo lapar…bayar rokok…. πŸ˜† “

    • ika 12:48 am on June 19, 2008 Permalink | Reply

      oh jelas itu menguntungkan,,itu adalah bisnis yang ga pernah padam, padam nya kalo dunia kiamat ,.,,hehehe

      “padamnya pas mati lampu mbak… :mrgreen:

    • Zalukhu 2:20 am on June 19, 2008 Permalink | Reply

      Yach namanya juga zaman susah semua harus dilakukan untuk dapat duit selama masih halal.. tapi untung lho ada yang bisnis pernak pernik kematian soalnya kalo ga ada kan ribet.. misalnya kalo kita mati gimana masa bikin petimati sendiri? masa ngurus pemakaman sendiri? hehehe

      “he..he…he… kalau kita sendiri yang ngurusnya ndak jadi mati dunk… wk..wk..wk…”

    • ekads 11:31 am on June 19, 2008 Permalink | Reply

      itu kejadiannya dimana bli?
      klo di luar negeri itu udah jadi bisnis sejak lama, dulu saya pernah nonton beritanya di tipi

      “kejadiannya di daerah jakarta sono… ehm…di luar negeri bisnisnya ada yang kayak gitu yah? ck..ck..ck… πŸ™„

    • ridu 1:28 pm on June 19, 2008 Permalink | Reply

      duuh.. parah juga yah.. memanfaatkan kesedihan orang lain untuk mencari uang.. tega banget..

      “betul….tega pisan…” 😦

    • yudi 3:04 am on June 20, 2008 Permalink | Reply

      cari duit ga mengenal perasaan rupanya

      “jaman susah orang 2 kudu kreatif memeras yang susah2, dunia emang gila…”

    • natazya 4:47 am on June 21, 2008 Permalink | Reply

      yang penting ada tanah…

      mati trus dikubur dan dingajikan

      habis perkara

      heuheuhuehueh

      ” simple is the best “ 😳

    • imcw 8:21 am on June 21, 2008 Permalink | Reply

      Ntar bisa ada bisnis Sorga Tours and Travels. πŸ™‚

      “sorga indah kan udah ada bos…” :mrgreen:

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel